Grid.ID - Artis Bunga Zainal dan sang suami, Sukhdev Singh diduga menjadi korban penipuan bisnis investasi batu bara. Tak tanggung-tanggung, kerugian yang dialami mencapai miliaran rupiah akibat pembayaran yang menggunakan cek kosong.
Ironisnya, pelaku diduga merupakan sosok sahabat Bunga. Ia kemudian mengenalkan terlapor kepada suaminya, Sukhdev Singh.
Namun, ketika bisnis berjalan, pembayaran yang dijanjikan mulai tersendat. Kuasa hukum pidana Sukhdev Singh, Tommy Sinulingga, menjelaskan bahwa kliennya sempat meminta jaminan berupa cek, yang ternyata tidak dapat dicairkan.
"Klien kami ini meminta jaminan, ya dikeluarkanlah cek. Yang dalam hal ini tiga cek. Satu ceknya Rp2 miliar, ada dua cek lagi Rp330 juta totalnya. Nah, waktu dalam hal ini tersendat pembayaran, namanya itu menjadi sebuah jaminan, ini mau dicairkan, ternyata tidak ada uang di cek tadi. Artinya itu menjadi cek kosong," kata Tommy Sinulingga di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Jika ditotal, nilai dari ketiga cek kosong yang diterima oleh Sukhdev Singh mencapai Rp2,66 miliar. Sukhdev Singh pun membenarkan rincian nilai cek jaminan yang berujung masalah tersebut.
"Sebenarnya ada tiga jaminan cek yang diberikan ke saya. Dua cek nilainya masing-masing Rp330 juta dan satu cek itu Rp2 miliar di sana," ungkap Sukhdev Singh.
Adapun hal yang membuat Bunga Zainal merasa semakin terpukul adalah posisi hukumnya saat ini. Alih-alih mendapatkan keadilan sebagai korban bujuk rayu pertama, Bunga justru ikut terseret dalam gugatan perdata yang dilayangkan oleh pihak lawan. Ia dijadikan sebagai tergugat kedua.
"Pihak lawan juga melibatkan nama saya menjadi tergugat kedua yang di mana sebenarnya enggak ada urusannya dengan saya, walaupun justru korban, saya tuh korban bujuk rayu, dan suami," tutur Bunga.
Kedatangan Bunga Zainal dan Sukhdev Singh ke Mabes Polri kali ini juga didasari oleh rasa janggal atas penanganan kasus pidana mereka yang dirasa berjalan sangat lambat. Laporan yang sudah dilayangkan sejak Agustus tahun lalu dinilai tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan.
"Kami sebenarnya patut menduga oknum polisi ini menerima suap oleh dari si terlapor, makanya perkaranya ini menjadi sangat banyak berlarut-larut dan janggal, padahal ini sangat sederhana sebenarnya," tandas Tommy Sinulingga. (*)
Artikel Asli




