JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim dalam nota pembelaan atau pleidoi pribadinya, membantah narasi yang menyebutkan laptop Chromebook mangkrak atau tidak bermanfaat.
Menurutnya, perangkat tersebut berfungsi dan dimanfaatkan secara efektif dalam kegiatan pembelajaran di berbagai daerah.
"Muncul narasi kedua, bahwa Chromebook mangkrak dan tidak berguna di lapangan, faktanya terbalik Chromebook sangat dimanfaatkan di kota maupun di daerah-daerah yang mempunyai akses 3G," kata Nadiem saat membacakan pleidoi pribadinya, Selasa (2/6/2026).
"Melalui fakta persidangan, dan menggunakan data login login CDM (Chrome Device Management) terbukti 85 persen dari semua Chromebook yang dibeli sejak 2020 masih digunakan di tahun 2025."
Baca Juga: Pleidoi Nadiem, Klaim Pemilihan Chrome OS Justru Bikin Hemat Anggaran Rp3,9 Triliun
Selain itu, kata ia, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada 2023 dan 2024 menunjukkan pemanfaatan yang tinggi dalam penggunaan Chromebook.
"Audit BPKP yang dilakukan di 2023 dan 2024, menyebut 95 persen murid, 86 persen guru, dan 57 persen kepala sekolah memanfaatkan Chromebook. Data tidak bisa bohong," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia pun menyampaikan terima kasih kepada para guru yang telah memberikan kesaksian terkait manfaat Chromebook di media sosial.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para guru dari Sabang sampai Merauke atas puluhan ribu komen dan cerita di media sosial mengenai kebermanfaatan Chromebook," ucapnya, dipantau dari tayangan Breaking News KompasTV.
"Tanpa hadir di ruang sidang pun para guru se-Indonesia membuka kebenaran di lapangan."
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- nadiem makarim
- kasus korupsi chromebook
- pleidoi nadiem
- chromebook
- sidang nadiem





