VIVA –Kemenangan Timnas Indonesia U-19 atas Myanmar di laga pembuka Piala AFF U-19 2026 mendadak menyisakan tanda tanya besar. Bukan soal skor 3-0 yang diraih Garuda Muda, melainkan polemik nama pencetak gol yang membuat publik sepak bola Tanah Air heboh.
Dalam pertandingan tersebut, Timnas Indonesia U-19 tampil dominan dan berhasil mengunci tiga poin penting di fase grup. Arkhan Kaka membuka keunggulan, sebelum dua gol tambahan di babak kedua membuat Myanmar pulang dengan kekalahan telak.
Namun, sorotan kemudian tertuju kepada nama Dimas Wicaksono yang tercantum sebagai pencetak dua gol Indonesia. Nama itu ramai dibicarakan karena sejumlah pihak menilai pemain yang benar-benar mencetak brace ke gawang Myanmar adalah Dimas Adi Prasetyo.
Polemik ini menjadi makin panas karena daftar skuad Timnas Indonesia U-19 yang beredar sebelum turnamen mencantumkan nama Dimas Adi Prasetyo dari PSM Makassar. Sementara itu, nama Dimas Wicaksono Putra Rahman disebut dalam laporan pertandingan sebagai pemain yang mencetak gol pada menit-menit akhir laga.
- PSSI
Situasi tersebut langsung memunculkan kekhawatiran di kalangan suporter, terutama soal kemungkinan Indonesia mendapat sanksi. Bahkan, ada yang bertanya apakah Timnas Indonesia U-19 bisa didiskualifikasi atau kalah walk out alias WO dari Myanmar.
Secara sederhana, salah penulisan nama pencetak gol tidak otomatis membuat sebuah tim kalah WO. Kesalahan administrasi seperti pencatat gol, announcer stadion, atau laporan awal pertandingan biasanya masih bisa dikoreksi apabila pemain yang tampil memang terdaftar secara sah.
Masalah baru bisa menjadi serius jika pemain yang turun ke lapangan ternyata tidak masuk daftar pemain resmi pertandingan. Dalam konteks turnamen kelompok umur, status pemain menjadi sangat sensitif karena berkaitan dengan usia, pendaftaran, dan kelayakan tampil.
Karena itu, kunci utama dari polemik ini bukan sekadar siapa yang mencetak gol, tetapi siapa yang benar-benar didaftarkan dalam match sheet. Jika pemain yang tampil adalah pemain sah dan hanya terjadi kekeliruan nama, maka peluang Indonesia kalah WO menjadi sangat kecil.
- PSSI
Sebaliknya, jika terbukti ada pemain yang tampil dengan identitas berbeda atau tidak sesuai daftar resmi, kasusnya bisa masuk ranah pelanggaran eligibility. Dalam regulasi disiplin AFF, tim yang memainkan pemain tidak eligible bisa dikenai sanksi berat, termasuk forfeit pertandingan.





