Ringkasan Berita
- Kota Kediri memperingati Hari Lahir Pancasila ke-81 pada 1 Juni 2026.
- Wali Kota Vinanda menegaskan ketertiban merupakan wujud pengamalan Pancasila.
- Kota Kediri kembali masuk 10 besar kota paling toleran di Indonesia.
- Upacara dirangkaikan dengan HUT Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas.
Kediri (beritajatim.com) – Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 Kota Kediri berlangsung khidmat di Halaman Balai Kota Kediri, Senin (1/6/2026). Upacara yang dipimpin langsung Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menjadi momentum memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila sekaligus mengapresiasi pengabdian Satpol PP, Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Satlinmas dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta keselamatan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Kediri juga memperingati HUT ke-76 Satpol PP, HUT ke-107 Damkar, dan HUT ke-64 Satlinmas yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menciptakan kondisi daerah yang aman dan kondusif.
Dalam amanatnya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting untuk mengingat kembali fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Menuju Indonesia Maju”, peringatan tahun ini dinilai sangat relevan di tengah perkembangan teknologi informasi, dinamika sosial, serta berbagai tantangan global yang dihadapi bangsa.
“Tema ini mengandung pesan yang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di tengah perkembangan teknologi informasi, dinamika sosial, dan berbagai tantangan global, kita membutuhkan satu pegangan yang mampu menjaga persatuan bangsa, yaitu Pancasila,” ujar Vinanda.
Menurutnya, Pancasila bukan sekadar lima sila yang dihafalkan, melainkan nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai ketuhanan mengajarkan toleransi, nilai kemanusiaan menumbuhkan kepedulian, nilai persatuan menjaga kebinekaan, nilai musyawarah melahirkan kebijaksanaan, dan nilai keadilan sosial menjadi tujuan pembangunan yang harus terus diperjuangkan.
Vinanda mengungkapkan bahwa Kota Kediri terus menunjukkan komitmen dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.
Salah satu indikatornya adalah keberhasilan Kota Kediri masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia selama lima tahun berturut-turut. Capaian tersebut menunjukkan kuatnya budaya hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman masyarakat.
Selain itu, sejumlah indikator pembangunan juga menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri pada 2025 mencapai 82,71 dan masuk kategori sangat tinggi. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 1,74 persen, sementara angka kemiskinan menurun menjadi 6,04 persen pada November 2025 atau turun 0,47 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Capaian-capaian ini lahir dari dukungan dan kontribusi seluruh elemen masyarakat. Budaya guyub rukun, toleransi antarumat beragama, semangat gotong royong, serta sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat menjadi bukti bahwa nilai-nilai Pancasila telah tumbuh dan mengakar kuat di Kota Kediri,” ungkapnya.
Menurut Vinanda, tantangan pembangunan ke depan tidak akan mudah. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus didukung dengan terciptanya ketertiban, ketenteraman, dan rasa aman di tengah masyarakat.
Ia menilai peran Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas sangat penting dalam menjaga kondisi tersebut.
“Sebab sesungguhnya tugas menjaga ketenteraman dan ketertiban merupakan wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila. Ketika Satpol PP menegakkan peraturan daerah secara adil dan humanis, di situlah hadir keadilan sosial. Ketika Satlinmas membantu menjaga keamanan dan kerukunan lingkungan, di situlah hadir persatuan Indonesia. Dan ketika petugas Damkar menolong masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan, di situlah hadir nilai kemanusiaan yang adil dan beradab,” jelasnya.
Ia menambahkan, tema HUT tahun ini yakni “Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas Tangguh untuk Pembangunan Berkelanjutan” menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila daerah berada dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif.
Pada momentum tersebut, Vinanda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas atas dedikasi mereka dalam melayani masyarakat.
Ia meminta seluruh jajaran terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat sinergi lintas instansi, mengikuti perkembangan teknologi, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.
“Jadilah aparatur yang tegas dalam menegakkan aturan namun tetap menghormati martabat manusia. Jadilah pelindung dan pengayom masyarakat yang hadir memberikan rasa aman, bukan rasa takut. Mari bersama-sama mewujudkan Kota Kediri yang lebih baik dan semakin MAPAN,” pesannya.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penertiban umum yang melibatkan personel Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, Forkopimda Plus Kota Kediri, Pj Sekretaris Daerah Endang Kartika Sari, kepala OPD, unsur TNI-Polri, pelajar, ASN, serta tamu undangan lainnya. [nm/beq]




