Pleidoi Nadiem Makarim: Dari Bintang Mahaputera ke Jeruji Besi

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Pleidoi Nadiem Makarim: Dari Bintang Mahaputera ke Jeruji BesiNasional | okezone | Selasa, 2 Juni 2026 - 15:22Dengarkan Berita

JAKARTA - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim menyinggung tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana yang pernah diterimanya, saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).

Di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (2/6/2026), Nadiem mengaku terpukul karena setelah memperoleh penghargaan tertinggi negara atas pengabdiannya, ia justru harus menghadapi proses hukum hingga mendekam di balik jeruji besi.

"Bayangkan betapa hancurnya hati saya dengan semua pengorbanan finansial dan waktu yang telah saya lakukan selama lima tahun. Setelah mendapatkan penghormatan tertinggi negara, Bintang Mahaputera Adipradana dari Bapak Presiden atas pengabdian saya, hadiah yang saya dapatkan adalah jeruji besi," ujar Nadiem.

Tak hanya itu, Nadiem juga menyoroti penyitaan sejumlah aset yang menurutnya merupakan hasil kerja keras selama satu dekade membangun aplikasi ojek online yang telah membuka jutaan lapangan pekerjaan di Indonesia.

Baca Juga:Hardiknas 2026, SPK Ungkap Upah Dosen Rendah hingga Minim Perlindungan

"Apakah negara sekejam ini pada abdinya?" katanya.

 

Dalam pleidoinya, Nadiem mengungkapkan bahwa dirinya menerima tawaran menjadi menteri dengan harapan dapat menginspirasi generasi muda untuk ikut berkontribusi membangun bangsa. Menurut dia, semangat tersebut sempat terwujud melalui kehadiran ratusan profesional muda yang rela meninggalkan pekerjaan dengan gaji tinggi di sektor swasta demi mengabdi kepada negara.

Namun, ia menilai gelombang kriminalisasi yang disebutnya tengah terjadi berpotensi mematahkan semangat pengabdian generasi muda.

"Tetapi dengan adanya gelombang kriminalisasi yang terjadi, arus pengabdian ini dapat berputar balik 180 derajat dalam sekejap. Profesional muda ketakutan bahwa mereka akan menjadi korban berikutnya. Satu generasi menahan napas menunggu keputusan majelis, menunggu konfirmasi apakah kebenaran masih berarti di negara tercinta kita," tuturnya.

Baca Juga:Gempa Hari Ini Magnitudo 4,0 Guncang Bandung, Terasa di Ciamis

Pada kesempatan yang sama, Nadiem juga menyinggung dampak ketidakpastian hukum terhadap perekonomian nasional. Ia mengaitkan penurunan harga saham dan melemahnya nilai tukar rupiah dengan munculnya sejumlah kasus yang dinilai janggal dan menjadi sorotan dunia internasional.

"Ketidakpastian hukum adalah salah satu faktor yang menyebabkan penurunan harga pasar saham dan juga nilai rupiah. Komunitas bisnis melihat preseden buruk dari kasus ini, karena mereka tidak mengerti kenapa kasus ini bisa masuk ruang sidang," pungkasnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rano Karno Ajak Warga Korban Kebakaran di Kebayoran Pindah ke Rusun
• 4 jam laludetik.com
thumb
Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Wamenhaj Lepas Kepulangan Jemaah Haji Asal Batam ke RI: Semoga Mabrur
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Sarwendah Sindir Ruben Onsu di Threads, Singgung Soal Tutupi Aib Suami Selama Pernikahan
• 46 menit lalugrid.id
thumb
Syarat Terbaru Penerima BLT Kesra Rp900.000 Juni 2026, Cek Kriteria dan Cara Daftarnya
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.