4 Tahun Hilang, Ayi Akhirnya Kembali ke Keluarga Usai Ditemukan di Gunung Salak

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Ayi Solehudin (49), warga Kampung Subela RT 03/RW 05, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang ditemukan dalam kondisi linglung di hutan Gunung Salak, Sukabumi, kini telah kembali berkumpul dengan keluarganya.

Ayah dua anak itu diketahui telah meninggalkan rumahnya sejak empat tahun lalu dan ditemukan di kawasan hutan lindung Gunung Salak, Sukabumi.

Kondisi kejiwaan Ayi mulai terganggu sejak bercerai dengan istrinya sekitar tahun 2019.

Sejak saat itu, Ayi mulai memperlihatkan gejala gangguan jiwa dengan sering melamun dan sulit diajak berkomunikasi oleh keluarganya.

Bahkan, pihak keluarga sempat terpaksa merantai kaki Ayi agar tidak melakukan tindakan yang membahayakan dirinya maupun masyarakat sekitar.

"Selain karena bercerai, kondisi gangguan kejiwaannya menjadi lebih parah setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Bahkan, sempat dipasung menggunakan rantai," kata kakak kandung Ayi, Ujang Sulaeman (53), saat ditemui kumparan di rumahnya, Selasa (2/6).

Ujang menyebut, selama Ayi menghilang, keluarga terus melakukan pencarian meski tidak pernah melaporkan secara resmi ke kepolisian.

"Keluarga terus mencari. Bahkan, kami sempat mendapat informasi dari seorang tetangga yang berprofesi sebagai sopir bahwa ia pernah melihat adik saya di wilayah Cirebon. Namun, setelah keluarga mendatangi lokasi tersebut, ternyata tidak ada," jelasnya.

Sejak kondisinya mengalami gangguan jiwa, kata Ujang, pihak keluarga telah berupaya maksimal memberikan pengobatan, baik secara medis maupun nonmedis.

Namun, lanjut Ujang, berbagai upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga Ayi menghilang selama kurang lebih empat tahun.

"Kami sangat bersyukur adik saya bisa ditemukan kembali. Meskipun hingga saat ini belum terungkap bagaimana dia bisa berada di tengah hutan Gunung Salak," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Campaka, dr. Tito, mengatakan Ayi merupakan salah satu warga di wilayahnya yang mengalami gangguan jiwa.

"Total ada 11 warga di sini yang tercatat mengalami gangguan jiwa dan rutin mendapatkan penanganan. Namun, untuk Ayi, terakhir kali ia menjalani pengobatan rutin pada Juli 2023 sebelum akhirnya ditemukan di Gunung Salak," kata Tito.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stephen Curry Tinggalkan Under Armour dan Pilih Li-Ning untuk Kembangkan Curry Brand Secara Global
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Gempa Berkekuatan 6,2 Magnitudo Landa Italia
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hari Ini, Nadiem Makarim Sampaikan Pledoi Kasus Chromebook
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Prabowo Tunjuk Nanik S. Deyang Jadi Kepala BGN, Ini Daftar Pimpinan Baru BGN
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, Tewaskan Setidaknya 11 Orang
• 9 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.