JAKARTA, KOMPAS.TV - Terdakwa kasus Chromebook, Nadiem Makarim menduga ada pihak yang dendam dengannya bahkan ada sosok kuat di balik perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjeratnya.
Hal ini disampaikannya usai membacakan pleidoi atau nota pembelaan dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa (2/6/2026).
Nadiem menduga ada pihak yang tidak senang dengan kebijakannya selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) periode 2019-2024.
Menurut dia, pihak yang tak senang dengan kebijakan ini kemudian merekayasa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) untuk menyeret dirinya ke meja hijau.
Baca Juga: Nadiem Makarim Ungkap Alasan Pakai Jaket Gojek di Ruang Sidang Hari Ini
"Waktu saya menteri saya pun tahu bahwa banyak sekali pihak-pihak yang sangat kuat di dalam yang tidak menginginkan itu terjadi," ucap Nadiem, sebagaimana laporan jurnalis KompasTV, Claudia Carla dan Bimo Wicaksana.
Nadiem mengaku tidak menyangka adanya gesekan saat ia menjabat sebagai Mendikbudristek bisa menimbulkan dendam dari pihak tertentu.
"Tetapi saya tidak mengantisipasi bahwa gesekan itu bisa menjadi dendam besar, dan dari dendam besar itu, mungkin sebagian dari itu adalah mengapa kasus ini menjerat saya, kenapa kasus ini direkayasa sehingga menjerat saya," ungkapnya.
Baca Juga: Pleidoi Nadiem, Klaim Pemilihan Chrome OS Justru Bikin Hemat Anggaran Rp3,9 Triliun
Nadiem mengaku minim pengalaman politik saat menjabat sebagai Mendikbudristek. Menurutnya, sejumlah kebiasaan yang dianggap wajar di lingkungan profesional bisa menimbulkan persepsi yang berbeda di lingkungan pemerintahan.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- nadiem makarim
- kasus chromebook
- mendikbudristek
- chromebook
- sidang pleidoi
- sosok kuat





