Bisnis.com, JAKARTA — Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dari tokoh perempuan adat Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penipuan dan pengambilan data pribadi Mama Sinta.
"Benar, Polda Metro Jaya sudah menerima laporan pada Jumat, 29 Mei 2026, sekitar pukul 18.22 WIB. Di mana Mama Sinta melaporkan adanya dugaan penipuan ataupun pengambilan data pribadi," ujar Budi di Polda Metro Jaya, Selasa (2/6/2026).
Dia menambahkan, terdapat dua orang yang dilaporkan oleh Mama Sinta, yakni JTW dan DDL. Kedua inisial tersebut merujuk pada Ketua LBH Merauke Johnny Teddy Wakum (JTW) dan sutradara film Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono (DDL).
"Nah ini juga masih didalami. Ada dua orang yang dilaporkan dalam hal ini, JTW serta saudara DDL," imbuhnya.
Budi menjelaskan, kasus tersebut masih berada pada tahap pendalaman. Selanjutnya, kepolisian akan memanggil pelapor, saksi, serta mengumpulkan barang bukti terkait laporan yang diajukan Mama Sinta.
Baca Juga
- Sinopsis Film Pesta Babi, Cerita Konflik Pembangunan di Tanah Papua
- Dokumenter Pesta Babi Akhirnya Tayang di YouTube, Soroti Proyek Besar di Papua
Di sisi lain, Budi menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Bareskrim Polri maupun kepolisian daerah terkait apabila diketahui lokasi kejadian perkara berada di luar wilayah hukum Polda Metro Jaya.
"Jika itu terjadi di luar locus delicti wilayah Polda Metro Jaya, tentu Polda Metro akan berkoordinasi dengan Bareskrim Polri, Mabes Polri, ataupun wilayah hukum polda tempat terjadinya peristiwa pidana tersebut," katanya.
Sebagai informasi, laporan Mama Sinta terdaftar dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 29 Mei 2026. Mama Sinta mengaku kecewa karena film Pesta Babi yang memuat dirinya disebut tidak pernah memperoleh izin darinya.
“Mereka putar film Pesta Babi itu di mana-mana, saya sakit hati, saya kecewa sekali. Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Itu penjahat itu mereka. Saya punya wajah ini di mana-mana mereka putar film itu, saya sakit hati. Tanpa izin dari saya. Maka itu saya datang ke Jakarta," ujar Mama Sinta di Polda Metro Jaya, Jumat (29/5/2026).
Sementara itu, merespons laporan tersebut, Tim Kolaborasi Pesta Babi menyatakan menghormati sikap Mama Sinta dan meminta publik untuk tidak menyudutkan maupun menghakiminya.
"Kami tim kolaborasi film Pesta Babi menghormati apa pun sikap Mama Yasinta saat ini dan meminta publik untuk tidak menyudutkan atau menghakimi beliau, sembari kami masih berusaha memahami apa yang terjadi dengan perubahan pilihan sikap ini," tulis tim tersebut dalam unggahan akun @idbaruid pada Minggu (30/5/2026).





