Dudung: Ada 5,5 Miliar Serangan Siber di 2025, Mulai dari Propaganda hingga Hoax

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman mengungkapkan, terdapat 5,5 miliar serangan siber sepanjang tahun 2025.

Menurutnya, angka tersebut melonjak 7 kali lipat dibanding rata-rata tahunan dari 2020-2024.

"Hari ini serangan siber tidak hanya menyasar individu, tetapi juga lembaga pemerintahan, sektor ekonomi, pelayanan publik, hingga keamanan nasional. Mulai dari pencurian data pribadi, penipuan online, penyebaran hoaks, provokasi, peretasan sistem, hingga propaganda radikalisme melalui media digital," ujar Dudung dalam keterangan videonya, Selasa (2/6/2026).

"Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara, jumlah serangan siber sepanjang tahun 2025 mencapai 5,5 miliar serangan. Angka tersebut melonjak 7 kali lipat atau naik 714 persen dibandingkan rata-rata tahunan selama periode 2020-2024," sambungnya.

Baca juga: Saat Anak SMP Ngaku Bercita-cita Jadi Presiden di Depan Prabowo...

Dudung menyampaikan, tren peningkatan tersebut berlanjut pada awal 2026.

Selama periode 1 Januari-15 April 2026, tercatat ada 1,52 miliar serangan siber.

Dudung menegaskan, kesadaran perlindungan data pribadi ini harus menjadi perhatian bersama, mengingat ruang digital saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

"Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga terus memperkuat sistem keamanan siber nasional. Kantor Staf Presiden juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor agar penanganan ancaman siber dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu," jelas Dudung.

Kemudian, Dudung menyebut pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

Dia mengeklaim peran masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan digital.

Baca juga: Qodari Sebut Prabowo-Megawati Punya Sejarah Hubungan Panjang, Ada Kalanya Berkompetisi dan Bersama

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dudung pun mengajak masyarakat harus lebih bijak menggunakan media sosial, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terprovokasi informasi palsu, maupun tindakan penipuan digital.

"Saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga ruang digital Indonesia agar tetap aman, sehat, dan produktif. Mari kita jadikan teknologi sebagai alat pemersatu dan kemajuan bangsa bukan menjadi celah bagi kejahatan dan perpecahan. Bersama kita lawan kejahatan siber, bersama kita jaga Indonesia," imbuh Dudung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ancaman Serangan Israel Picu Pengungsian Besar-besaran dari Ibu Kota Lebanon
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tanda Kamu Mungkin Perlu Dukungan untuk Kesehatan Mental
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Nadiem Singgung Ironi Kasus Chromebook: Klaim Hemat Rp 3,9 Triliun, Malah Dituntut Penjara
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Ada yang Penasaran Kapan Kiamat Terjadi, Ini Jawaban Bijak Rasulullah
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jangan Asal Pakai Sleep Mode! Data Laptop Bisa Jadi Target Hacker-Melek Teknologi
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.