Penampakan jalan amblas terlihat di kawasan Menteng dekat Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/6) pagi. Lubang tersebut pertama kali diketahui warga sekitar dan kemudian viral di media sosial setelah diunggah oleh Ijoel, konten kreator asal Jakarta.
Pantauan kumparan di lokasi, hingga kini petugas dari PAM Jaya, masih melakukan penanganan di titik jalan amblas. Sejumlah petugas tampak berada di sekitar lokasi untuk memperbaiki jalan amblas tersebut.
Ijoel mengatakan dirinya mendapat informasi awal dari warga lain melalui WhatsApp. Ia menyebut nomor kontaknya memang dicantumkan di profil Instagram sehingga warga mudah menghubunginya saat menemukan kondisi jalan yang membahayakan.
"Ada masuk info ke WhatsApp dari warga, soalnya ane taruh nomor WhatsApp di profile Instagram," kata Ijoel kepada kumparan, Selasa (2/6) sore.
Menurut dia, video kondisi jalan amblas dibuat sekitar pukul 09.13 WIB. Saat itu kondisi lalu lintas di sekitar lokasi relatif lengang sehingga tidak ada kendaraan maupun warga yang terdampak.
"Kondisi jalan lowong. Alhamdulillah, tidak ada dampak ke warga atau tidak ada korban," ujarnya.
Setelah video diunggah, kondisi jalan amblas mulai ramai diperbincangkan warga di media sosial sejak siang hari. Ijoel mengaku turut menandai akun pemerintah terkait dalam unggahannya.
Ia menyebut respons dari pemerintah daerah datang sekitar satu jam setelah unggahan viral. Petugas kemudian mulai mendatangi lokasi sekitar pukul 11.00 WIB.
"Selang waktu satu jam, direspons sama Wali kota Jakarta Pusat. Karena saya mention serta tag saat upload," ucapnya.
Ijoel mengatakan dirinya tetap berada di lokasi saat petugas dari Bina Marga, SDA, dan PAM Jaya datang melakukan pengecekan awal.
"Kebetulan saya masih standby di lokasi, ketemu dengan petugas Bina Marga, SDA, dan PAM Jaya yang mau cek," lanjut Ijoel.
Sebelum petugas datang, ia mengaku sempat melakukan penanganan sederhana untuk mencegah kecelakaan pengguna jalan.
"Tindakan pertama, ngasih tanda dengan cat kaleng semprot dan menaruh cone biar orang gak ada yang celaka," katanya.
Berdasarkan pantauan, awalnya jalan amblas disebut hendak langsung ditutup menggunakan aspal oleh petugas PU. Namun proses penutupan ditunda setelah ditemukan adanya kebocoran pipa PAM yang menyebabkan air terus keluar dari bawah jalan.
Karena itu, penanganan selanjutnya diserahkan kepada PAM Jaya untuk memperbaiki saluran terlebih dahulu sebelum perbaikan jalan dilakukan.
Proses penanganan sendiri mulai dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB dan masih berlangsung hingga berita ini ditulis.
Ijoel menilai respons petugas cukup cepat karena penanganan langsung dilakukan pada hari yang sama setelah laporan viral di media sosial.
"Harapannya, pemerintah tetap merespons aduan warga dan ke depan segala galian mesti dipastiin dalemnya kuat," tuturnya.
Hingga kini belum diketahui pasti penyebab utama jalan tersebut amblas.





