Menteri PU Pastikan Pelemahan Rupiah Belum Berdampak ke Pembangunan Infrastruktur

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum berdampak pada pembangunan infrastruktur nasional.

Menteri PU Dody Hanggodo mengemukakan seluruh proyek infrastruktur saat ini masih berjalan sesuai progres. Kendati demikian, pihaknya mulai mengantisipasi potensi pembengkakan nilai kontrak akibat kenaikan harga material.

"Untuk pembangunan sampai detik ini sih nggak ada pengaruh. Kalau untuk eskalasi harga, kita sudah koordinasi dengan LKPP [Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah]," ujarnya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Selasa (2/6/2026).

Dody menjelaskan Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi telah merangkum seluruh masukan dan keluhan dari para pelaku usaha terkait tekanan biaya eksternal ini. 

Rangkuman aspirasi dari para pelaku industri konstruksi tersebut dalam laporannya telah diserahkan kepada LKPP. Surat edaran khusus dari LKPP nantinya bakal menjadi payung hukum baku untuk mengatur penyesuaian harga atau eskalasi nilai proyek di tengah volatilitas rupiah.

Menurutnya, skema penyelamatan industri konstruksi dari jerat pelemahan kurs ini bukan merupakan hal baru bagi pemerintah. Kementerian PU mengklaim sudah memiliki rekam jejak mumpuni dalam menghadapi tantangan serupa saat gejolak ekonomi terjadi pada beberapa waktu lalu.

Baca Juga

  • Kementerian PU Butuh Tambahan Anggaran Rp34,33 Triliun untuk Proyek Prioritas Prabowo
  • Anggaran Rekonstruksi Pascabencana Sumatra Rp100 Triliun, Ini Rinciannya
  • Konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II Capai 59%, Ditarget Beroperasi Juli 2026

"Nanti LKPP akan keluarkan surat edarannya seperti apa. Sama kayak tahun 2022, sudah pernah kejadian, jadi bukan hal yang baru," imbuh Dody.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah 0,19% atau 34 poin ke Rp17.839 per dolar AS pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Di saat yang sama, indeks dolar AS melemah 0,06% ke 99,13. 

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa sentimen pasar yang menekan rupiah adalah ketidakjelasan perkembangan konflik geopolitik global. 

Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlangsung, sementara dari pihak Teheran menyatakan telah menangguhkan negosiasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Desa Berdikari Keliki Kembangkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Breaking News! Kebakaran Permukiman Padat di Kemayoran, 87 Personel Damkar Dikerahkan
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Mengenal Tradisi Unan-Unan Suku Tengger: Makna, Sejarah, dan Filosofinya
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Industri Halal Berkontribusi 27 Persen dari PDB Nasional, Nilainya Capai Rp4.900 Triliun
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Ruang Sidang Nadiem Mendadak Gelap, Listrik Padam Saat Pleidoi Dibacakan
• 9 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.