Bisnis.com, BALIKPAPAN — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat terkait potensi bahaya listrik yang mengintai memasuki fase peralihan musim.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli menyatakan keselamatan warga menjadi prioritas operasional yang menentukan respons lapangan perusahaan.
"Kami mengimbau pelanggan untuk segera mematikan listrik melalui Meter Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter apabila rumah mulai tergenang air guna menghindari risiko sengatan listrik," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/6/2026).
Sebagaimana diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan wilayah Kaltim dan Kaltara kini berada dalam fase transisi menuju musim kemarau, di mana periode yang lazim ditandai dengan hujan deras berdurasi singkat namun berpotensi memicu genangan hingga banjir.
Kondisi ini, jika tidak diantisipasi secara serius, dapat mengubah instalasi listrik rumah tangga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan jiwa.
Lebih jauh, Chaliq mengingatkan agar masyarakat tidak menyentuh peralatan maupun instalasi listrik yang tergenang air. Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memutus aliran listrik sebelum situasi berkembang lebih kritis.
Baca Juga
- Viral Keluhan Tagihan Listrik Membengkak, PLN Buka Suara
- Jaga Daya Beli Masyarakat, Cek Daftar Lengkap Tarif Listrik PLN Juni 2026
"Jika masyarakat menemukan bahaya listrik, dapat melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar segera ditangani," tegasnya.
Sebagai bentuk mitigasi aktif, PLN UID Kaltimra merinci enam langkah preventif yang dianjurkan kepada masyarakat.
Pertama, memeriksa kondisi instalasi listrik secara berkala, mencakup kabel, stopkontak, dan MCB agar bebas dari kerusakan serta kelembaban.
Kedua, mematikan peralatan yang tidak digunakan dan memutus aliran listrik via MCB segera saat air mulai masuk ke dalam hunian.
Ketiga, mencabut steker peralatan elektronik demi mencegah korsleting. Keempat, memindahkan perangkat elektronik ke posisi yang lebih tinggi.
Kelima, menghindari kontak fisik dengan instalasi listrik yang terendam. Terakhir, memastikan seluruh instalasi dalam kondisi kering sebelum kembali mengalirkan listrik.
Adapun, dia menuturkan aliran listrik di kawasan terdampak banjir dapat dihentikan sementara sebagai bagian dari protokol keselamatan.





