One Global Capital Bidik Pipeline Proyek Naik 66,7% pada 2026, Gelar Roadshow

bisnis.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan investasi dan pengembangan properti Australia, One Global Capital, menargetkan nilai pipeline pengembangan proyek meningkat menjadi lebih dari AUD6 miliar atau sekitar Rp63,6 triliun pada akhir 2026, atau naik sedikitnya 66,7% dibandingkan posisi saat ini sebesar AUD3,6 miliar atau sekitar Rp38,2 triliun.

Chairman dan Group CEO One Global Capital, Iwan Sunito, mengatakan pertumbuhan tersebut akan ditopang oleh sejumlah proyek strategis di Australia yang mencakup sektor properti, perhotelan, hingga pengembangan kawasan mixed-use.

Selain membidik peningkatan nilai pipeline proyek, perusahaan juga menargetkan aset kelolaan (asset under management/AUM) mencapai AUD1 miliar atau sekitar Rp10,6 triliun sebelum akhir tahun ini.

“Saat ini One Global Capital memiliki development pipeline senilai sekitar AUD3,6 miliar dan menargetkan pertumbuhan menjadi lebih dari AUD6 miliar serta AUM menembus AUD1 miliar sebelum akhir tahun 2026 melalui berbagai proyek strategis di Australia,” ujar Iwan dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Target ekspansi tersebut disampaikan bertepatan dengan pelaksanaan One Global Capital 2026 World Roadshow yang digelar di sejumlah kota besar di Indonesia.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada investor, profesional, dan pelaku usaha mengenai peluang investasi, pengembangan bisnis, diversifikasi aset internasional, hingga mobilitas global melalui Australia.

Baca Juga

  • Tekanan Properti di kuartal III
  • Emiten Properti BSDE, CTRA, Hingga ASRI Berpacu Jaga Marketing Sales Usai BI Rate Naik
  • Penjualan Properti Diramal Makin Berat Usai BI Rate Naik ke 5,25%

Menurut Iwan, meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, volatilitas nilai tukar, dan perubahan lanskap bisnis internasional mendorong semakin banyak investor untuk memperluas perspektif investasinya ke pasar global.

“Australia menawarkan kombinasi yang menarik antara lingkungan bisnis yang stabil, kualitas hidup yang tinggi, dan akses ke jaringan global yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Salah satu proyek yang menjadi andalan perusahaan adalah pengembangan kawasan Five Dock Precinct di Sydney. Kawasan tersebut diakuisisi pada 2002 dengan nilai sekitar AUD15 juta atau setara Rp159 miliar dan kini memiliki nilai strategis lebih dari AUD240 juta atau sekitar Rp2,54 triliun setelah memperoleh berbagai persetujuan pengembangan.

Perseroan memperkirakan potensi nilai pengembangan kawasan tersebut dapat melampaui AUD1,5 miliar atau sekitar Rp15,9 triliun.

Selain itu, One Global Capital juga tengah mengembangkan proyek hospitality dan mixed-use di One Macquarie Park, salah satu pusat teknologi, pendidikan, dan inovasi terbesar di Australia. Proyek tersebut memiliki potensi nilai pengembangan sekitar Rp1 triliun dan akan dibangun menggunakan pendekatan konstruksi modular.

Di sektor komersial, perusahaan mencatat peningkatan kinerja pada proyek The Grand Eastlakes setelah melakukan reposisi aset dan optimalisasi tenant. Langkah tersebut berhasil meningkatkan pendapatan tahunan dari sekitar AUD1,6 juta atau Rp17 miliar menjadi lebih dari AUD2,75 juta atau sekitar Rp29,2 miliar.

Sementara itu, pendapatan operasional bersih (net operating income/NOI) meningkat dari sekitar AUD800.000 atau Rp8,5 miliar menjadi lebih dari AUD1,9 juta atau sekitar Rp20,1 miliar.

Perusahaan juga mencatat kinerja positif pada aset perhotelannya, yakni One Global Resorts Green Square dan One Global Resorts Parramatta. Setelah proses rebranding dan optimalisasi operasional, tingkat hunian kedua hotel tersebut mencapai sekitar 99% dengan pendapatan tahunan mencapai AUD15 juta atau sekitar Rp159 miliar.

Iwan menjelaskan strategi perusahaan berfokus pada identifikasi aset dengan potensi pertumbuhan tinggi, transformasi aset melalui inovasi dan repositioning, serta penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.

“Pencapaian tersebut mencerminkan fokus One Global Capital dalam mengidentifikasi aset dengan potensi pertumbuhan tinggi, menciptakan nilai melalui inovasi dan repositioning, serta membangun portofolio proyek yang berkelanjutan untuk jangka panjang,” ujarnya.

Melalui rangkaian World Roadshow 2026, One Global Capital berupaya memperkenalkan peluang investasi, bisnis, pendidikan, dan mobilitas internasional kepada investor Indonesia yang semakin aktif mencari peluang di luar pasar domestik.

Roadshow tersebut akan dilanjutkan ke sejumlah negara lain, termasuk Singapura, China, Hong Kong, Vietnam, dan Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alkindo Naratama (ALDO) Umumkan Rencana Buyback Saham hingga Rp10 Miliar
• 16 menit laluidxchannel.com
thumb
Jembatan Perintis Garuda geliatkan ekonomi warga desa
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
AS Dilaporkan Bahas Perluasan Penempatan Senjata Nuklir NATO di Eropa
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Profil Nanik S Deyang Kepala BGN yang Baru, Gantikan Dadan Hindayana
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Tiga Warga Luka Akibat Kebakaran di Pasar Jiung Kemayoran
• 22 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.