BEKASI, iNews.id – Dua kelompok remaja berusia belasan tahun di Kota Bekasi, Jawa Barat, terlibat tawuran. Kedua kubu saling serang menggunakan berbagai jenis senjata tajam hingga nekat masuk mengejar musuh ke dalam gang sempit di pemukiman padat penduduk.
Insiden mencekam yang memperlihatkan detik-detik kedua kelompok remaja tersebut saling serang hingga ke dalam gang perumahan terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) milik warga setempat.
Aksi tawuran di kawasan Jalan Swadaya, Kampung Babakan, Kecamatan Mustika Jaya, diketahui terjadi pada Senin (1/6/2026) dini hari.
Para pelaku yang didominasi anak baru gede (ABG) ini saling serang tanpa memikirkan keselamatan jiwa mereka. Situasi semakin mencekam ketika salah seorang remaja dari salah satu kelompok mencoba menyelamatkan diri dengan berlari ke dalam salah satu gang.
Nahas, gang yang dimasukinya ternyata merupakan gang buntu. Remaja tersebut langsung tertangkap oleh kelompok musuh, lalu tanpa belas kasihan langsung diseret secara paksa dari dalam gang menuju ke jalan raya.
Baca Juga:Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Isu Hankam hingga Pendidikan DibahasSelain mempersenjatai diri dengan senjata tajam berukuran besar, para pelaku di lapangan juga terlihat membawa potongan bambu panjang untuk melancarkan serangan. Ironisnya, aksi tawuran massal yang mengancam nyawa ini dipicu oleh hal yang sangat sepele, yakni perselisihan berupa aksi saling ejek di ranah media sosial.
Perseteruan bersenjata di tengah malam ini sontak membuat warga setempat ketakutan. Sebagian besar warga memilih untuk tetap diam dan mengunci diri di dalam rumah guna menghindari peluru nyasar atau sasaran amukan para pelaku.
Lilis Lisdiana, salah seorang warga setempat, mengungkapkan, aksi tawuran remaja yang pecah di Jalan Swadaya tersebut sudah berada pada taraf yang sangat meresahkan masyarakat.
Kondisi jalanan yang sepi saat dini hari diduga sengaja dimanfaatkan oleh kedua kelompok untuk menentukan titik lokasi saling serang.
Baca Juga:Kaesang Bertemu Tokoh Lintas Agama di Lombok"Warga mendengar suara teriakan histeris sebenarnya sempat mencoba keluar rumah untuk melihat situasi. Namun, karena jumlah pelaku sangat besar, diduga didominasi remaja yang jumlahnya lebih dari dua puluh orang, warga tidak berani mendekat," ujar Lilis Lisdiana saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (2/6/2026).
Aksi kenakalan remaja dan tawuran antarpelajar di wilayah Kota Bekasi belakangan ini dinilai sudah sangat memprihatinkan karena kerap kali menimbulkan korban jiwa. Kendati demikian, para pelaku seolah tidak pernah jera dan terus mengulangi perbuatan pidana tersebut.
#jabar




