MBG di Indonesia Belum Tentu Dinilai Berhasil Meski Anggarannya Jumbo, Ini Ukuran Suksesnya Kata DPR

wartaekonomi.co.id
11 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah munculnya wacana perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke Arab Saudi, DPR RI mengingatkan bahwa keberhasilan program nasional tersebut tidak ditentukan oleh besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah ataupun luasnya cakupan penerima manfaat.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris menegaskan indikator utama keberhasilan MBG justru terletak pada kualitas makanan, kandungan gizi serta kemampuan pemerintah menjaga tata kelola program secara konsisten.

Baca Juga: Jokowi Pada Akhirnya Juga Akan 'Menusuk dan Mengkhianati' Prabowo, Kata Politikus PDIP

Menurut Charles, pemerintah tidak boleh terjebak pada ukuran kuantitatif semata, seperti jumlah penerima atau besaran dana yang disalurkan.

“Ukuran keberhasilan MBG itu bukan berapa besar anggaran yang dihabiskan atau berapa banyak klaim penerima manfaat. Yang lebih penting adalah kualitas makanan yang diberikan, kualitas gizinya, dan jaminan bahwa program ini dijalankan dengan benar,” kata Charles.

Pernyataan tersebut muncul setelah Badan Gizi Nasional mewacanakan program MBG bagi siswa Sekolah Indonesia Jeddah sebagai bagian dari kemungkinan perluasan layanan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia.

Charles menilai pemerintah perlu memastikan kualitas pelaksanaan program yang ada terlebih dahulu sebelum berbicara mengenai ekspansi wilayah.

Ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah persoalan dalam implementasi MBG di dalam negeri, mulai dari pengawasan yang belum optimal, koordinasi yang belum solid, hingga kontrol kualitas yang masih memerlukan perbaikan.

Karena itu, menurutnya, fokus pemerintah seharusnya bukan pada perluasan program, melainkan pada penguatan sistem agar tujuan utama MBG benar-benar tercapai.

Tujuan tersebut, lanjut Charles, bukan sekadar menyediakan makanan gratis tetapi memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang berkualitas untuk mendukung kesehatan, tumbuh kembang serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Rapikan sistemnya, perkuat pengawasannya, benahi kontrol kualitasnya,” tegasnya.

Baca Juga: Bela Dino Patti Djalal yang Disentil Seskab Teddy, Anies Baswedan: Dia Bukan Pejabat Karbitan

Dengan kata lain, keberhasilan MBG tidak akan diukur dari seberapa luas program diperluas atau seberapa besar dana yang dihabiskan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan penerima manfaat melalui kualitas gizi yang lebih baik dan pelaksanaan program yang akuntabel.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jemaah Haji Kloter 2 Makassar Tiba di Asrama Hingga Museum Wahyu Ceritakan Kisah Perjalanan Nabi
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Menko Pangan Tegaskan Swasembada Pangan Menyangkut Hak Rakyat dan Kesejahteraan Petani
• 23 jam lalumatamata.com
thumb
Karangan Bunga Ucapkan Terima Kasih atas Pencopotan Dadan Hindayana Muncul di Tengah Penggeledahan Kantor BGN
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bupati Jember Gaet Wings Air Sukses Reaktivasi Penerbangan Jember-Surabaya
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
KCIC berangkatkan 126 ribu penumpang Whoosh selama libur panjang
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.