Prodi Tak Relevan Tidak Harus Ditutup, Kampus Bisa Lakukan Hal Ini

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto membantah kabar yang menyebut pemerintah akan menutup program studi atau jurusan yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Menurutnya, langkah penutupan bukan merupakan kebijakan Kemendiktisaintek.

"Hal tersebut tidak menjadi kebijakan kami," kata Brian dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI, Selasa, 2 Juni 2026.

Baca Juga :

5 Beasiswa Jalur Nilai UTBK di PTS, Intip Daftar dan Persyaratannya
Ia menegaskan, pihaknya tidak mendorong kampus untuk menutup program studi. Justri kampus didorong mengembangan dan penyesuaian substansi pembelajaran agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.

"Yang ada adalah program untuk pembinaan dan pengembangan program studi," jelasnya.

Brian menerangkan, perkembangan teknologi memang menuntut perguruan tinggi melakukan penyesuaian kurikulum. Menurutnya, penyesuaian tersebut tidak harus dilakukan dengan menutup program studi yang sudah ada.

Ia mencontohkan pengembangan di program studi teknik elektro. Prodi tersebut bisa jauh lebih relevan dengan pengembangan peminatan atau materi pembelajaran di bidang kecerdasan buatan, machine learning, maupun robotika.

"Program studi itu tidak ditutup, tetapi lebih kepada substansinya yang dikembangkan sesuai perkembangan keilmuan," katanya.

Karena itu, Brian menekankan transformasi pendidikan tinggi dilakukan melalui penguatan kurikulum dan pengembangan kompetensi. Bukan dengan menghapus program studi yang dianggap kurang relevan.

Ia menjelaskan evaluasi program studi secara berkala dapat dilakukan melalui forum akademik di masing-masing disiplin ilmu di perguruan tinggi. Evaluasi tersebut bertujuan memastikan lulusan tetap memiliki kompetensi yang dibutuhkan. 

"Dan evaluasi ini dilakukan tanpa menghilangkan fondasi keilmuan yang sudah ada," tegasnya. 122 Prodi Ditutup
Ilustrasi Pexels


Di samping itu, Brian mengungkapkan, pihaknya telah menutup 122 prodi. Penutupan ratusan prodi itu dilakukan dalam 5 bulan terakhir.

"Sepanjang tahun 2026 memang telah dilakukan penutupan 122 program studi," ungkapnya.

Brian menjelaskan seluruh penutupan tersebut bukan dilakukan atas kebijakan pemerintah. Perguruan tinggi sebagai penyelenggara program studi mengusulkan penghapusan tersebut.

"Tetapi seluruh penutupan itu adalah berdasarkan usulan dari badan penyelenggara, baik PTN maupun PTS," tegasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengenang Misi Terakhir Zinedine Zidane di Piala Dunia 2006
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Kepala BGN Baru, Wakilnya Diisi Mayjen TNI
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
PMI Manufaktur RI Mei 2026 Kembali ke Ambang Ekspansif
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Kronologi Remaja di OKI Tewas Ditembak Teman saat Live TikTok Pakai Pistol
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Indonesia Open 2026 Digelar 2-7 Juni, 248 Atlet dari 22 Negara Bakal Bertarung
• 23 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.