Pleidoi Emosional Nadiem di Pengadilan: Klaim Hemat Rp3,9 Triliun dan Bantah Korupsi

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook, Nadiem Makarim usai membacakan pleidoi pribadinya, Selasa (2/6/2026). (Sumber: Tangkap layar KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, menyampaikan nota pembelaan atau pleidoi pribadi dalam sidang perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).

Dalam pembelaannya, Nadiem menegaskan tidak ada unsur tindak pidana korupsi yang terbukti selama proses persidangan. Ia juga menyoroti adanya perbedaan tafsir terhadap kebijakan pengadaan yang menurutnya justru menghasilkan efisiensi anggaran negara.

Nadiem menyebut penggunaan sistem operasi Chrome OS dalam proyek pengadaan tersebut justru menghemat anggaran negara hingga Rp3,9 triliun. Ia mempertanyakan dasar dakwaan jika kebijakan yang dipilih justru lebih efisien.

“Kalau saya dinyatakan bersalah, apakah artinya negara berpendapat bahwa seharusnya kementerian memilih opsi yang lebih mahal?” ujar Nadiem di persidangan, seperti dalam tayangan video Breaking News KompasTV.

Baca Juga: Kriminolog Ungkap Alasan Begal Berani Beraksi di Tengah Keramaian Jakarta | DIPO INVESTIGASI

Dalam pleidoinya, Nadiem memaparkan sejumlah poin yang menurutnya melemahkan dakwaan penuntut umum:

  • Harga di bawah pasar
    • Rata-rata pembelian Chromebook disebut berada di angka Rp5,6 juta, lebih rendah dari harga pasar Rp6,3 juta pada 2020.
  • Audit tidak menemukan kerugian negara
    • Ia menyinggung hasil pemeriksaan BPK yang tidak menemukan kerugian negara, berbeda dengan metode perhitungan lain yang digunakan jaksa.
  • Tingkat pemanfaatan tinggi
    • Data Chrome Device Management menunjukkan 85% perangkat masih aktif digunakan hingga 2025. Selain itu, audit internal disebut menunjukkan 95% murid, 86% guru, dan 57% kepala sekolah memanfaatkan perangkat tersebut.

Bantah Konflik Kepentingan dan Tuduhan Pribadi

Nadiem juga membantah tuduhan konflik kepentingan terkait investasi Google di Gojek/GoTo. Ia menegaskan investasi mayoritas terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai menteri dan dirinya tidak memiliki kendali dalam struktur perusahaan setelah masuk kabinet.

Ia juga menepis tuduhan adanya niat jahat dalam pengambilan kebijakan, serta menegaskan tidak pernah memperoleh keuntungan pribadi dari proyek tersebut.

“Saya memimpin perusahaan, memimpin kementerian, mengambil keputusan-keputusan besar, tanpa pernah mengorbankan integritas saya,” ujarnya.

Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • sidang tipikor
  • nadiem makarim
  • pengadaan laptop
  • chromebook indonesia
  • mendikbudristek
  • pleidoi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siswa Korban Kebakaran Kebon Kosong Bakal Ikut Ujian Susulan
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Viral Petugas Dimarahi Pengendara Saat Macet Lenteng Agung, Ini Kata Dishub
• 9 jam laludetik.com
thumb
Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Prakiraan Cuaca Jatim Hari Ini, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir Sejak Pagi
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
[FULL] Usai Kebakaran Kemayoran, Stafsus Gubernur DKI Bahas Rencana Tata Permukiman Padat Penduduk
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.