Jadwal Operasional Haji 2027, Daftar Calon Jemaah Diumumkan Lebih Awal

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

MEKKAH, KOMPAS — Puncak haji musim 1447 H/2026 M telah berakhir. Kementerian Haji dan Umrah RI telah merilis jadwal operasional haji tahun 1448 H/2027 M. Disebutkan, antara lain, pengumuman pendaftaran haji paling lambat pada 26 September 2026.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Hasan Afandi di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (2/6/2026), mengungkapkan, pengumuman daftar calon jemaah haji tahun 2027 bisa lebih cepat daripada tahun 2026. Tahun lalu, daftar calon jemaah haji diumumkan pada akhir Oktober 2025.

”Tahun ini pengumuman (daftar calon jemaah haji) akan lebih maju lagi,” kata Hasan. ”Bisa diumumkan lebih awal pada September (2026).”

Bagi calon jemaah haji, pengumuman lebih awal akan memberi kesempatan lebih dini bagi mereka dalam mempersiapkan pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu syarat pemenuhan istitaah (mampu menunaikan haji) ataupun pelunasan biaya haji.

Baca JugaPurnama Perpisahan di Baitullah, Kerinduan Jemaah Haji Indonesia

Menurut Hasan, sebelum Kemenhaj mengumumkan daftar final calon jemaah haji 2027, yang bisa dijadwalkan pada September 2026, jemaah bisa mengestimasikan keberangkatan haji dirinya melalui aplikasi Satu Haji. ”Mempersiapkan fisik, kesehatan, latihan jalan rutin tiap pagi atau sore, itu sangat membantu jemaah untuk mempersiapkan diri,” ujarnya.

”Jadi, pemeriksaan kesehatannya, kesiapan uangnya, kemudian latihan fisiknya sudah mulai dipersiapkan dari sekarang, terutama jemaah yang diestimasi berangkat pada 2027,” lanjut Hasan.

Kuota jemaah haji

Dalam keterangan kepada wartawan Media Center Haji (MCH), Minggu (31/5/2026), Amirul Hajj yang juga Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memastikan, kuota jemaah haji Indonesia tahun 2027 tidak berkurang dari kuota tahun 2026, yakni 221.000 anggota jemaah. ”Insya Allah (kuota jemaah haji Indonesia) enggak akan berkurang, bahkan ada kemungkinan yang tiba-tiba muncul tambahan (kuota),” katanya.

Irfan menegaskan, Kemenhaj siap menghadapi kemungkinan ada tambahan kuota jemaah haji Indonesia. Namun, ia juga mempertimbangkan kemampuan keuangan yang harus dipikul Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk menambah biaya manfaat akibat penambahan kuota tersebut.

Kalau kita sekarang ada 221.000 (anggota jemaah Indonesia), kemungkinan (kuota ke depan bisa) 441.000 (anggota jemaah). Satu sisi itu akan menguntungkan kita karena mengurangi antrean, tetapi di sisi lain juga siapkah kita? (Menhaj Irfan Yusuf)

”Salah satu butir dari Visi Saudi 2030 adalah jemaah haji (mencapai) 5 juta. Sekarang ini 1,7 juta jemaah yang resmi. Artinya apa? Akan lebih dari dua kali lipat. Kalau kita anggap dua kali lipat, itu berarti juga kemungkinan pembagiannya (bagi kuota jemaah Indonesia juga akan dua kali lipat,” kata Irfan.

”Kalau kita sekarang ada 221.000 (anggota jemaah Indonesia), kemungkinan (kuota ke depan bisa) 441.000 (anggota jemaah). Satu sisi itu akan menguntungkan kita karena mengurangi antrean, tetapi di sisi lain juga siapkah kita? Secara teknis, kemungkinan kita siap. Tetapi, sekali lagi, finance dari BPKH siap atau enggak dengan jumlah lompatan itu. Itu jadi pertimbangan kami,” lanjutnya.

Mengenai biaya ongkos naik haji (ONH) 2027, Irfan menyebut akan dibahas dengan DPR. ”Kami agak-agak khawatir dengan kenaikan avtur. Kami sudah mengefisienkan di beberapa titik, sepertinya efisiennya sudah ngepol. Tetapi, yang bisa kita lakukan adalah dengan anggaran yang sama, pelayanan harus kita tingkatkan. Bukan menekan harga, tetapi menaikkan servis. Itu yang kita upayakan tahun 2027,” ujar Irfan.

ONH 2026 ditetapkan Rp 87,4 juta, dengan rincian Rp 54 juta ditanggung jemaah, sementara nilai manfaat subsidi dari BPKH Rp 33,2 juta.

Ketentuan istitaah

Dengan mengacu kuota haji tahun 2026, menurut Irfan, sudah bisa diestimasi jemaah yang akan berangkat haji pada tahun 2027.

”Beberapa daerah sudah memulai kegiatan (istitaah). Bahkan, sebelum haji selesai sudah ada kegiatan. Mereka (calon jemaah haji) yang diperkirakan akan berangkat sudah mulai diundang, dikumpulkan untuk bicara tentang manasik haji. Saya minta kepada mereka juga dimasukkan manasik tentang istitaah kesehatan,” tutur Gus Irfan, sapaan akrabnya.

Dari pengamatan selama ibadah haji tahun ini, kekuatan fisik dan ketahanan jalan kaki menentukan kemampuan jemaah menyelesaikan seluruh rangkaian haji. Fase yang paling menguras tenaga, terutama kekuatan jalan kaki, adalah fase Mina dalam rangkaian ibadah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Fase tersebut dialami jemaah seusai menunaikan wukuf di Arafah dan mabit—atau murur—di Muzdalifah. Durasinya tiga atau empat hari (10 hingga 12 atau 13 Zulhijah). Di fase itu, jemaah dituntut berjalan kaki hingga berkilo-kilometer untuk melempar jamrah di Jamarat, salah satu wajib haji.

Baca JugaDari Mekkah Menuju Arafah, Berhaji Ceria Ala Mbah Marsiyah

Selama empat hari tersebut, berdasarkan data laporan kematian jemaah haji Kemenhaj, tercatat 46 anggota jemaah wafat. Pada hari wukuf di Arafah, 9 Zulhijah, tercatat 11 anggota jemaah wafat. Hingga Selasa (2/6/2026) siang waktu setempat, tercatat 179 anggota jemaah haji Indonesia wafat di Tanah Suci.

Mengacu data tersebut, meski tidak semua jemaah yang wafat terkait aktivitas ibadah di Mina, sekitar 25 persen jemaah wafat terjadi pada fase Mina.

Salah seorang anggota jemaah yang wafat pada fase Mina adalah Supriyono bin Kadarisman (67) dari Kloter 1 embarkasi Solo (SOC 1). Ia wafat pada Rabu (27/5/2026) atau 10 Zulhijah 1447 H dalam perjalanan menuju Jamarat atau tempat melempar jamrah.  

”Almarhum Pak Supriyono jatuh setelah 30 menit perjalanan dari tenda di Maktab 5 menuju Jamarat. Beliau terlihat kecapaian, tapi karena gembira, merasa tidak capai,” kata M Hakim Junaidi, petugas kloter.

”Beliau sempat dilarikan dengan ambulans ke rumah sakit. Tapi, tak lama kemudian, kami mendapat kabar beliau wafat,” lanjut Hakim.

Ia menuturkan, jarak tenda maktab kloternya ke Jamarat—tempat melempar jamrah—diperkirakan sekitar 7 kilometer. Saat itu, menurut rencana seusai melempar jamrah aqabah pada 10 Zulhijah, jemaah Kloter SOC 1 melanjutkan dengan tanazul ke hotel mereka di wilayah Syisyah. Jika ditotal, sekitar 10 kilometer jemaah kloter itu berjalan pada hari tersebut.

Baca JugaDitemukan Wafat, Pak Firdaus Dimakamkan di Mekkah

Seorang anggota jemaah lain yang tak mau disebut identitasnya mengungkapkan, pada Jumat (29/5/2026), seorang perempuan jemaah berusia 80-an tahun juga wafat di tenda di Mina.

”Satu rombongannya pergi melempar jumrah, beliau dibadalkan, jadi tinggal di tenda sendirian. Ia pergi sendirian ke kamar mandi. Kembali dari kamar mandi, ia bilang ke teman lainnya bahwa dia kedinginan,” tutur anggota jemaah itu.

”Almarhumah sempat ditangani dokter, tetapi sudah tidak tertolong,” ujar anggota jemaah yang posisinya terpaut jarak dua matras dari almarhumah tersebut.

Irfan mengungkapkan, evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 akan difokuskan pada dua aspek utama, yakni pelayanan jemaah di Mina dan penguatan istitaah kesehatan. Menurut dia, kondisi di Mina dinilai masih menjadi tantangan besar karena keterbatasan ruang di tengah meningkatnya jumlah anggota jemaah setiap tahun.

”Jujur untuk Mina kemarin saya jauh dari puas sehingga tahun depan harus kami cermati lagi bagaimana pergerakan di Mina,” ujar Irfan.

Baca JugaKegusaran ”Amirul Hajj” Menemukan Tenda di Arafah Dikapling-kapling KBIHU

Dari jemaah yang wafat pada fase Armuzna, ia menyebut angkanya menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

”Tetapi, saya juga melihat angka (jemaah wafat) hari-hari sebelum Armuzna itu yang meninggal satu atau dua (anggota jemaah). Kemarin pasca-Arafah itu enam (anggota jemaah), terutama terkait dengan heatstroke. Sesehat-sehatnya jemaah usia 65 tahun ke atas, pasti dengan heatstroke akan terpengaruh,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026 Beserta Bacaan Niatnya
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Lantik 167 ASN Baru, Munafri Dorong Tingkatkan Kompetensi
• 2 menit lalucelebesmedia.id
thumb
Mensesneg Ungkap Alasan Presiden Prabowo Rombak Tiga Pimpinan BGN
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Esensi Sekolah Tak Sekadar Gedung Megah, Mendikdasmen Ingatkan Soal Kualitas Siswanya
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Banyak Drama, Unggahan Adik Sarwendah Diduga Sindir Ruben Onsu
• 23 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.