Sejak lama, Thailand terkenal dengan wisata budayanya. Kompleks candi yang memukau selalu menjadi destinasi favorit banyak wisatawan. Beberapa di antaranya adalah kuil Buddha tertua Wat Phra Chetuphon Wimonmangkalaram atau Wat Pho dengan patung Buddha berbaringnya yang sangat ikonik. Ada pula Wat Arun atau Kuil Fajar yang berdiri di tepi barat Sungai Chao Phraya dan Wat Paknam yang memamerkan patung Buddha duduk setinggi 69 meter berwarna kuning keemasan.
Selain mengunjungi tempat wisata ikonik, berlibur ke Thailand rasanya tak lengkap jika tidak memenuhi hasrat berbelanja. Bangkok memiliki sejumlah tempat yang menjadi surga belanja murah, salah satunya Pasar Pratunam. Pasar grosir garmen terbesar di Thailand ini memikat banyak kaum hawa, termasuk wisatawan asal Indonesia.
Cuaca terik pada Kamis (28/5/2026) siang di Pratunam seolah tak menyurutkan semangat para pelaku jasa titip (jastip). Kemacetan di ruas Jalan Phetchaburi akibat proyek pembangunan infrastruktur MRT pun tidak menjadi halangan bagi mereka.
Berbekal ponsel dan tripod portabel, para jastiper ini menawarkan barang dagangan melalui siaran langsung di media sosial dari sejumlah kios pakaian wanita kekinian. Para pemilik kios pun tidak keberatan. Bahkan, banyak kios memajang tulisan ”Live” sebagai tanda bahwa pengunjung dipersilakan memasarkan produk mereka secara langsung. Untuk mendukung aktivitas tersebut, pemilik toko sengaja mendekorasi ruangan agar tampak menarik, termasuk mengatur pencahayaan agar lebih terang dan terkesan mewah.
”Iya, Mas, banyak dari mereka berasal dari Indonesia,” ujar Lidya, seorang rekan yang kerap berkunjung ke Thailand.
Benar saja, seorang pengunjung terlihat santai melakukan siaran langsung dalam bahasa Indonesia di sebuah kios pakaian. Fenomena ini marak sejak beberapa tahun terakhir. Pemandangan serupa juga tampak di Desember, sebuah gerai tiga lantai yang khusus menawarkan produk pakaian wanita kekinian dengan harga yang ramah di kantong.
Menjelang malam, para pedagang berganti dan kawasan ini pun menjelma menjadi Pratunam Night Market. Produk yang ditawarkan tidak jauh berbeda, masih didominasi pakaian. Namun, suasana makin meriah dengan hadirnya para pedagang yang menjajakan aneka kuliner penggugah selera, termasuk makanan halal.
Farida, Ifa, dan Salsa—tiga pelancong asal Indonesia—tampak antusias memilih makanan di sebuah kios kuliner di pelataran Platinum Mall. Kios tersebut memajang logo halal berukuran besar sehingga membuat tiga dara asal Surabaya ini yakin untuk menyantap makan malam mereka di sana. Maklum saja, mereka baru mendarat di Bangkok malam itu. Setelah menaruh barang di penginapan, ketiganya langsung bergegas ke kawasan Pasar Pratunam guna berburu hidangan di deretan warung tenda.
Tidak hanya di area luar ruangan, sejumlah pusat kuliner di dalam pusat perbelanjaan juga menawarkan makanan halal yang menjadi incaran wisatawan Muslim asal Indonesia. Hal ini terlihat dari sosok Ajeng, warga Bintaro, Tangerang Selatan, yang tengah menanti pesanannya di sebuah restoran halal dengan menu utama olahan bebek.
Thailand kini makin populer sebagai destinasi andalan wisatawan Indonesia. Negara berjuluk ”Negeri Gajah Putih” ini tidak hanya menyuguhkan lokasi wisata yang memanjakan mata, tetapi juga menawarkan wisata belanja. Bahkan, bagi sebagian wisatawan, pesona Thailand rupanya turut mendatangkan peluang.





