Kuwait Klaim Jatuhkan Rudal dan Drone Iran di Dekat Pulau Qeshm

katadata.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Militer Kuwait mengatakan pertahanan udara negara tersebut mencegat serangan rudal dan drone musuh, pada Rabu (3/6) dini hari.

"Staf Umum Angkatan Darat mencatat setiap suara ledakan, jika terdengar, adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh. Setiap orang diminta untuk mematuhi instruksi keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang," kata militer Kuwait seperti dikutip CNN.

Tidak disebutkan dari mana serangan itu berasal. Namun, sebuah akun Telegram yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bahwa menurut rekaman dan laporan yang dipublikasikan dari Kuwait, tiga rudal Iran telah berhasil menghantam pangkalan musuh di Kuwait.

Akun itu menyebut pernyataan Kuwait tentang pencegatan rudal dan drone itu konyol dan menggelikan, serta setara dengan klaim biasa yang dikeluarkan oleh sekutu Amerika Serikat (AS).

Serangan itu terjadi tidak lama setelah Kuwait melaporkan mereka telah menangkis serangan drone dan rudal Iran, pada Senin (1/6). Komando Pusat AS kemudian mengatakan mereka telah berhasil mencegat dua rudal balistik Iran yang menargetkan pasukan Amerika yang berbasis di Kuwait. CENTCOM menambahkan tidak ada personel AS yang terluka dalam peristiwa tersebut.

Ledakan Terdengar di Dekat Pulau Qeshm

Suara seperti ledakan terdengar di dekat Pulau Qeshm, Iran, pada Rabu (3/6) dini hari waktu setempat, demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, mengutip sumber dan penduduk setempat.

Mehr menyebut sifat dan penyebab pasti suara tersebut belum jelas. Pihak militer maupun penegak hukum belum memberikan komentar mengenai hal ini.

Penilaian awal menunjukkan sebuah proyektil mungkin telah menghantam daerah tak berpenghuni di pantai selatan pulau tersebut, kata sebuah akun yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengutip stasiun televisi IRIB.

Berita ini muncul di tengah kunjungan perwakilan khusus pemimpin tertinggi Iran, Hojjatoleslam Vakilpour, ke pulau tersebut untuk bertemu dengan aktivis budaya dan politik.

Selama kunjungan tersebut, Vakilpour mengutip Ayatollah Mojtaba Khamenei yang mengatakan perang dan diplomasi harus dilakukan secara bersamaan dan tidak boleh dipertentangkan satu sama lain. 

“Selat Hormuz bukan hanya milik Republik Islam; selat itu milik semua orang tertindas di dunia,” kata Vakilpour seperti dikutip IRIB. “Kalian, penduduk Pulau Qeshm, memikul tanggung jawab besar dalam mengelola Selat Hormuz dan menjaga Revolusi Islam.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sekawan Limo 2: Gunung Klawih Resmi Tembus 1 Juta Penonton, Bayu Skak Pecahkan Rekor Lagi
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Tangis Haru Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 1 Embarkasi YIA Kulonprogo
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Dasco Nilai Nanik Layak Jadi Kepala BGN Gantikan Dadan: Banyak Turun ke Lapangan
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
DPR Soroti Pengawasan TKA dalam Penyusunan RUU Ketenagakerjaan saat Kunjungan ke Palu
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Revolusi TOEFL iBT 2026: Skala Nilai Baru 1–6 dan Tes Adaptif Resmi Diluncurkan di Jakarta
• 4 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.