Turis Singapura Tak Peduli Begal, SGD100 Bisa Buat Foya-foya di Jakarta

wartaekonomi.co.id
10 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Media asal Singapura, The Straits Times, melaporkan bahwa turis asal Negeri Singa tetap berbondong-bondong berkunjung ke Indonesia meski belakangan muncul kekhawatiran terkait aksi kejahatan jalanan seperti begal dan video perampokan wisatawan yang viral di Jakarta.

Menariknya, pelemahan nilai tukar rupiah justru dinilai meningkatkan daya tarik ibu kota sebagai destinasi belanja dan kuliner, karena pengeluaran wisatawan menjadi jauh lebih murah.

Noraini Rahmat (52), salah satu turis asal Singapura, mengaku tidak merasa takut. Ia justru menilai kondisi nilai tukar saat ini membuat perjalanan belanja lebih menguntungkan.

"Tidak ada waktu untuk takut -- terlalu banyak belanja yang harus dilakukan," ujarnya sambil bercanda saat diwawancarai The Straits Times, dikutip Rabu (3/6).

Terkait ancaman kejahatan, Noraini menekankan bahwa kewaspadaan dasar di kota besar adalah hal wajar. 

"Tentu saja, ketika video seperti itu menjadi viral, orang-orang akan membicarakannya. Tapi jujur saja, kami hanya mencoba berhati-hati seperti yang kami lakukan di Singapura atau kota besar lainnya," kata Noraini, yang bekerja di industri kesehatan.

"Jangan berdiri terlalu dekat dengan jalan dengan ponsel Anda terpampang, jangan biarkan tas Anda terbuka. Anda tahu, hal-hal dasar seperti itu," imbuhnya.

Ia bersama saudaranya melakukan perjalanan belanja besar-besaran di Thamrin City untuk berburu busana muslimah, melihat merek lokal populer seperti Buttonscarves di mal besar, serta menikmati kuliner di kawasan Blok M. Mereka bahkan memaksimalkan jatah bagasi 30 kg dengan membawa kue lapis dan camilan lokal.

Hal serupa diungkapkan Marcus Tan (38), yang singgah di Jakarta selama tiga hari setelah berlibur di Nusa Tenggara Timur. 

Baca Juga: Tempat Wisata Gratis di Jakarta Ternyata Mengerek Wisatawan di Musim Liburan Panjang

"Seratus dolar Singapura benar-benar cukup di sini. Saya bisa membeli lebih banyak, makan lebih banyak, dan tetap merasa menghabiskan lebih sedikit daripada di tanah air," katanya.

Dolar Singapura baru-baru ini diperdagangkan sekitar Rp13.800, mendekati rekor tertinggi terhadap rupiah. 

"Bahkan untuk merek yang sudah kita miliki di Singapura, terkadang harganya masih lebih murah di sini setelah dikonversi," imbuh ,arcus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penusuk Perawat di Tangerang Idap Skizofrenia, Pakar Hukum: Harus Tetap Dihukum
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
3 Petinggi BGN Dicopot di Tengah Isu Jual Beli Titik SPPG, Ini Jawaban Istana
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Gus Ipul Gelar Open House Sekolah Rakyat Jelang 1 Tahun Beroperasi
• 54 menit laludetik.com
thumb
Dicopot dari Kepala BGN, Dadan Sempat Dampingi Presiden Pagi Ini
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Karhutla di Savana Propok Gunung Rinjani Padam Total
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.