PADANG, KOMPAS — Dua orang terluka akibat peluru nyasar di kampus Universitas Negeri Padang, Kota Padang, Sumatera Barat. Polisi Militer Komando Daerah Militer (Pomdam) XX/Tuanku Imam Bonjol tengah menyelidiki kasus tersebut.
Kedua korban itu adalah Nova Wirantika (25) mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (UNP) dan teman dekatnya Guruh Guwino (22). Saat kejadian, mereka sedang berada di alun-alun depan Rektorat UNP, Selasa (2/6/2026) sore.
Sekretaris UNP Erianjoni membenarkan peristiwa tersebut. Kecelakaan peluru rekoset atau peluru nyasar itu terjadi pada Selasa sekitar pukul 17.00 WIB. “(Peluru) diperkirakan berasal dari lokasi latihan tembak TNI di Lapai, yang berjarak 800 meter dari kampus induk UNP Air Tawar Padang,” katanya, Rabu (3/6/2026).
Saat kejadian, kata Erianjoni, dua korban dalam posisi duduk bersama teman-teman mereka di alun-alun depan Rektorat UNP. Tiba-tiba Nova dan Guruh terkena peluru nyasar. Tim medis UNP segera melarikan kedua korban ke Rumah Sakit Hermina Padang.
“Korban Nova Wirantika harus menjalani operasi Selasa malam karena peluru masih bersarang di paha kirinya,” ujar Erianjoni. Adapun Guruh Guwino yang terluka di bagian tangan telah mendapat tindakan medis dan dirujuk ke Rumah Sakit Tentara (RST) Reksodiwiryo Padang untuk proses pemulihan.
Erianjoni menambahkan, sesaat setelah kejadian Rektor UNP Krismadinata segera berkoordinasi dengan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayor Jenderal Arief Gajah Mada, dan jajarannya terkait peristiwa ini.
Salah satu poin dari pertemuan tersebut, kata Erianjoni, juru bicara TNI Bigradir Jenderal Heri Prakosa mengatakan, TNI akan menginvestigasi kejadian tersebut sekaligus mencarikan solusi agar peristiwa serupa tidak lagi terulang.
“Tidak akan ada lagi latihan menembak di sekitar kampus UNP Air Tawar. Pihak TNI juga menyatakan akan menanggung semua pembiayaan atau perawatan sampai korban sembuh,” kata Erianjoni.
Secara terpisah, Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kavaleri Taufiq, membenarkan kejadian dugaan peluru nyasar yang melukai dua orang di kampus UNP. Pada saat bersamaan memang ada latihan tembak anggota TNI di lapangan tembak Lapai.
Akan tetapi, Taufiq belum dapat memastikan apakah peluru nyasar itu berasal dari aktivitas latihan anggota TNI atau tidak. “Saat ini sedang dilakukan investigasi untuk mengetahui kebenaran dari kejadian tersebut,” katanya.
Menurut Taufiq, pada Selasa, anggota TNI dari Batalion Teritorial Pembangunan (YTP) 897/Singgalang memang melakukan latihan tembak di lapangan tembak Lapai dari pagi hingga sore. Mereka latihan menggunakan senapan laras panjang. Adapun lokasi latihan dari lokasi korban jaraknya relatif jauh, yakni sekitar 800 meter.
Taufiq melanjutkan, secara teknis, lapangan tembak Lapai sudah memenuhi standar. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan evaluasi sesuai hasil temuan investigasi yang tengah dilakukan oleh Pomdam XX/Tuanku Imam Bonjol.
Taufiq menambahkan, kedua korban yang mulanya dirawat di RS Hermina Padang dirujuk ke RST Reksodiwiryo Padang. Korban Guruh terluka di tangan, sedangkan Nova terluka di paha kiri dan mesti menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil. “Untuk saat ini, semua biaya perawatan korban kami tanggung semua,” ujarnya.





