Gerak Agresif Merek Mobil Cina Berebut Pasar Lewat Ekspansi Dealer

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Sederet jenama mobil asal Cina, seperti BYD, Chery hingga Great Wall Motor (GWM) mulai agresif dalam membangun jaringan dealer di Indonesia, sebagai upaya untuk memperbesar pangsa pasar, seiring meningkatnya persaingan industri otomotif nasional.

Rencana ekspansi agresif tersebut dilakukan di tengah kondisi yang cukup menantang bagi industri otomotif, di antaranya nilai tukar rupiah yang sudah tembus di kisaran Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS) hingga daya beli konsumen yang belum sepenuhnya pulih.

Chief Executive Officer Haka Auto Hariyadi Kaimuddin mengatakan, sebagai mitra dealer BYD, perseroan tetap optimistis untuk berinvestasi memperluas jaringan penjualan, meskipun menghadapi situasi yang tidak mudah.

“Kami berinvestasi untuk jangka panjang. Kondisi ekonomi saat ini bersifat siklus dan pasti akan berlalu. Kami membangun dealer seperti ini kan bukan mengejar untung 1 tahun balik modal," ujar Hariyadi menjawab pertanyaan Bisnis, dikutip Rabu (3/6/2026).

Dia mengatakan, Haka Auto percaya teknologi BYD dan Denza memiliki keunggulan dibandingkan banyak merek lain sehingga berpotensi menjadi pemimpin pasar. Oleh karena itu, jaringan dealer harus dipersiapkan secara komprehensif.

Adapun, perseroan menargetkan pembangunan hingga 40 dealer BYD dan 4 dealer Denza sampai akhir 2026. Hariyadi optimistis lini produk Denza di Indonesia akan makin beragam dalam beberapa tahun ke depan. 

Baca Juga

  • Adu Spesifikasi MPV Hibrida: BYD M6 DM vs Wuling Darion PHEV
  • BYD Luncurkan Cip Otonom 4 Nm, Apa Kelebihannya?
  • Persaingan Mobil Listrik Kian Sengit, BYD Dibuntuti Jaecoo hingga Geely

Ke depan, Haka Auto akan memfokuskan ekspansi jaringan BYD pada kota-kota tier 2 dan tier 3, mencakup wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, hingga Sulawesi. Langkah ini dilakukan untuk menangkap potensi pasar kendaraan listrik yang dinilai makin meluas di luar kota-kota besar.

"Strategi kami memang lebih fokus mengembangkan pasar di luar Jakarta karena kompetisinya tidak sepadat di wilayah Jabodetabek," jelasnya.

Hariyadi menilai prospek kendaraan listrik nasional masih sangat menjanjikan, didukung peningkatan adopsi masyarakat serta pembangunan infrastruktur pengisian daya yang terus berkembang.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales BYD selama Januari–April 2026 mencapai 17.098 unit dengan pangsa pasar sekitar 5,9%. Pada periode yang sama, Denza membukukan penjualan sebanyak 2.149 unit di pasar domestik.

Suasana dealer flagship BYD Harmony Sudirman 4S, Jakarta, Minggu (30/6/2024)./Bisnis-Himawan L Nugraha

Chery dan GWM Ekspansi Dealer di Luar Jawa

Merek otomotif asal Cina lainnya juga terus memperluas jaringan dealer di luar Pulau Jawa guna mendekatkan layanan kepada konsumen sekaligus menggarap potensi pasar yang masih tumbuh di berbagai daerah.

PT Chery Sales Indonesia (CSI), misalnya, kembali menambah jaringan dealer di Pulau Sumatra melalui pembukaan fasilitas 3S (sales, service, dan spare parts) di Kota Palembang, Sumatra Selatan pada akhir Mei 2026.

Vice Country Director Chery Business Unit Budi Darmawan Jantania mengatakan, Palembang menjadi salah satu wilayah yang memiliki peran penting dalam strategi pengembangan jaringan perusahaan di Sumatra.

“Palembang merupakan salah satu kota penting dalam strategi pengembangan jaringan Chery di Sumatra. Melalui kehadiran dealer 3S Chery terbaru bersama Wonder Sukarami, kami tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga menghadirkan kenyamanan, kepercayaan, hingga purnajual yang andal untuk konsumen,” ujar Budi dalam keterangannya, dikutip Selasa (2/6).

Menurutnya, Palembang dipilih karena memiliki aktivitas ekonomi yang terus berkembang, didukung jumlah penduduk yang besar serta kebutuhan mobilitas yang meningkat dari tahun ke tahun.

Ekspansi jaringan juga dilakukan oleh Great Wall Motor (GWM). Bersama mitra dealer PT Megahputra Kendari, GWM meresmikan dealer baru di kawasan Latimojong, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dealer tersebut menjadi jaringan ke-19 GWM di Indonesia sekaligus dealer pertama yang dioperasikan oleh PT Megahputra Kendari. Kehadiran fasilitas baru itu diharapkan memperkuat akses layanan penjualan dan purnajual bagi konsumen di kawasan Indonesia Timur.

CEO Inchcape GWM Indonesia Bagus Susanto mengatakan, Makassar memiliki posisi strategis sebagai pusat ekonomi terbesar di Indonesia Timur sehingga menjadi salah satu wilayah prioritas dalam pengembangan jaringan perusahaan.

"Peresmian GWM Latimojong menegaskan komitmen kami untuk terus memperluas jaringan penjualan dan layanan GWM di Indonesia. Kami optimistis bahwa kehadiran GWM Latimojong akan semakin memperkuat aksesibilitas GWM bagi konsumen di Makassar, Sulawesi Selatan, dan kawasan Indonesia Timur," ujar Bagus.

Langkah ekspansi dealer di luar Jawa dinilai menjadi strategi penting bagi sejumlah merek otomotif untuk memperluas jangkauan pasar. Selain meningkatkan akses layanan, keberadaan jaringan dealer juga menjadi faktor pendukung dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap merek yang masih dalam tahap memperkuat pangsa pasar nasional.

Dari sisi penjualan, data Gaikindo mencatat distribusi wholesales Chery sepanjang Januari-April 2026 mencapai 4.348 unit. Sementara itu, GWM membukukan penjualan ritel sebanyak 1.127 unit pada periode yang sama.

Sebagai gambaran, BYD menargetkan memiliki 150 dealer pada 2026, sedangkan Chery membidik 120 dealer hingga akhir tahun. Sementara itu, GWM berencana memperluas jaringan dealer sebanyak 25 cabang secara nasional.

Tekanan Industri Otomotif Belum Mereda

Di tengah gencarnya ekspansi dealer pabrikan Cina, industri otomotif nasional menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah ketidakpastian ekonomi global dan belum pulihnya daya beli masyarakat secara merata. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi laju pertumbuhan pasar kendaraan sepanjang tahun ini.

Selain pelemahan rupiah, pasar juga dihadapkan pada kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan biaya produksi sekaligus memengaruhi kemampuan konsumen dalam membeli kendaraan.

Di tengah kondisi tersebut, mulai muncul kecenderungan baru di pasar otomotif. Kelompok kelas menengah yang selama ini menjadi salah satu penopang utama penjualan kendaraan disebut semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan pembelian, termasuk menunda pembelian mobil baru.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, asosiasi meminta para agen pemegang merek (APM) mempertimbangkan secara matang setiap rencana penyesuaian harga kendaraan di tengah tekanan nilai tukar rupiah.

“Jadi, perlu perhitungan. Kalau terlalu gegabah menaikkan harga, yang terjadi justru sebaliknya. Masyarakat malah menahan pembelian. Begitu menahan pembelian, stoknya akan menumpuk,” jelas Kukuh di Jakarta.

Menurutnya, menjaga daya beli masyarakat menjadi faktor penting untuk mempertahankan keberlangsungan industri otomotif. Pasalnya, aktivitas produksi hingga distribusi kendaraan sangat bergantung pada permintaan pasar yang tetap terjaga.

“Itu yang harus kita jaga momentumnya agar masyarakat juga tetap mau membelanjakan uangnya untuk industri otomotif. Karena kalau industri otomotif ada pembelinya, industrinya akan terus berputar,” pungkas Kukuh.

10 Merek Mobil Cina Terlaris Januari-April 2026 (wholesales):

1. BYD: 17.098 unit

2. Jaecoo: 11.284 unit

3. Wuling: 5.178 unit

4. Geely: 4.703 unit

5. Chery: 4.348 unit

6. Aion: 3.032 unit

7. Denza: 2.149 unit

8. GWM: 1.127 unit

9. Jetour: 947 unit

10. Morris Garage: 907 unit


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BREAKING NEWS: Nanik S Deyang Diangkat Jadi Kepala BGN Gantikan Dadan
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Rupiah Anjlok, Indonesia Diprediksi Bakal Diserbu Turis Mancanegara
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Honda Super-ONE Sudah Bisa Dipesan, Tanda Jadi Rp 10 Juta
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Sinopsis Film Masters of the Universe, Aksi Nicholas Galitzine Hidupkan He-Man ke Dunia Nyata
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Manchester City Jadi Penyumbang Pemain Terbanyak di Piala Dunia 2026, Ungguli Bayern Munich
• 1 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.