Bisnis.com, MEDAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara (Sumut) merilis besaran inflasi Sumut periode Mei 2026 menanjak menjadi 4,35% (year-on-year/yoy), jauh lebih tinggi dari posisi April yang tercatat sebesar 2,92% (yoy), maupun inflasi nasional yang tercatat 3,08% (yoy).
Laju inflasi Sumut konsisten berada di luar rentang sasaran 2,5%±1% sejak awal tahun 2026 dengan rekor tembus 4,71% (yoy) pada Februari lalu. Sempat turun pada April, lonjakan inflasi kembali terjadi pada bulan Mei.
Kepala BPS Sumut Asim Saputra mengatakan lonjakan inflasi tahunan Sumut periode ini paling banyak disumbang oleh Kelompok Pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau.
"Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami inflasi 7,11% (YoY) pada Mei dan berandil terbesar terhadap laju inflasi di bulan Mei, yakni sebesar 2,55%," ujarnya dalam rilis Berita Resmi Statistik Sumut, Selasa (2/6/2026).
Dijelaskan Asim, kenaikan harga komoditas pangan yang mendorong inflasi Sumut pada Mei 2026 antara lain tomat dengan andil 0,29%, beras dengan andil 0,24%, cabai merah yang berandil 0,18%, dan ikan dencis yang berandil 0,16%.
Namun komoditas yang berandil terbesar berasal dari Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa lainnya, yakni emas perhiasan sebesar 0,57%. Kelompok ini tercatat mengalami inflasi 9,73% (yoy) pada Mei dan berpengaruh sebesar 0,61% terhadap inflasi tahunan Sumut.
Baca Juga
- Realisasi TKD ke Sumbar Capai Rp9,53 Triliun hingga April 2026
- Petani Sejahtera, Karet dan Sawit Dongkrak NTP Sumsel ke Level 141,54
- Kloter Pertama Haji Debarkasi Palembang Tiba, 443 Jemaah OKU Timur Pulang Lengkap
Sedangkan kelompok lain yang juga tercatat memiliki andil cukup besar dalam laju inflasi Sumut yakni Kelompok Pengeluaran Transportasi sebesar 0,25% dan Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/ Restoran sebesar 0,29%.
Secara bulanan, Asim menyebut inflasi Sumut periode Mei 2026 tercatat sebesar 0,89% (month-to-month/mtm), lebih tinggi dari nasional yang tercatat 0,28% (mtm).
Komoditas penyumbang inflasi terbesar bulanan periode Mei di Sumut yakni tomat dengan andil 0,34%, cabai merah 0,31%, bawang merah 0,09%, dan cabai rawit 0,08%.
Sementara emas perhiasan termasuk kelompok yang menyumbang deflasi secara bulanan dengan andil -0,03% yang disebabkan oleh turunnya harga emas pada Mei.
Adapun inflasi tahun kalender di Sumut periode ini sebesar 0,67% (year-to-date/ytd).





