Jakarta, VIVA – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah yang menyeret Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Farhan (ASF), terus berkembang. Setelah menetapkan tersangka dan mendalami aliran dana perusahaan, penyidik Polda Metro Jaya kini membuka peluang untuk memeriksa sejumlah influencer dan selebgram yang pernah bekerja sama mempromosikan layanan umrah milik perusahaan tersebut.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penyidik mengungkap penggunaan dana yang berasal dari para calon jemaah. Scroll lebih lanjut yuk!
Polisi menduga sebagian dana yang dikelola perusahaan tidak sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan pemberangkatan umrah, melainkan dialihkan ke berbagai keperluan lain, termasuk aktivitas pemasaran dan promosi di media sosial.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imanuddin, mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan sementara menunjukkan adanya penggunaan dana perusahaan untuk membayar jasa promosi para influencer.
"Kemudian, sebagian juga digunakan untuk membayar influencer sebagaimana tadi dipertanyakan. Ini untuk kepentingan marketing,” kata Iman dalam keterangannya, Selasa, 2 Juni 2026.
Pernyataan tersebut membuat sejumlah nama selebgram yang pernah tampil dalam promosi Hanania Group ikut menjadi perhatian publik. Penyidik kini tengah menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan pemasaran perusahaan guna memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai aliran dana yang sedang diselidiki.
Sorotan mengarah pada beberapa influencer yang sebelumnya muncul dalam materi promosi Hanania Tour & Travel yang beredar di media sosial pada tahun 2024.
Dalam video promosi tersebut, sejumlah figur publik terlihat menjalankan ibadah umrah sekaligus memperkenalkan paket perjalanan yang ditawarkan perusahaan.
Beberapa nama yang terlihat dalam unggahan tersebut antara lain Keanu Agl, Awkarin, Sarah Gibson, Lula Lahfah, hingga Dara Arafah. Mereka diketahui merupakan selebgram yang bersahabat dekat hingga sering bepergian bersama ke luar negeri.
Meski demikian, hingga saat ini tidak ada keterangan yang menyebut para influencer tersebut terlibat dalam dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki. Nama mereka muncul karena pernah menjadi bagian dari aktivitas promosi perusahaan.
Iman menegaskan bahwa penyidik berencana meminta keterangan dari para pihak yang berperan dalam pemasaran paket umrah Hanania Group. Keterangan tersebut dianggap penting untuk melengkapi proses penyidikan yang masih berlangsung.





