Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak volatil pada perdagangan Rabu (3/6/2026), di tengah kombinasi sentimen positif dari pasar global dan sejumlah risiko eksternal yang masih membayangi.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 11,67 poin atau 0,19 persen ke level 6.207,10. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan justru terkoreksi tipis 0,25 poin atau 0,04 persen ke posisi 619,02.
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menilai, prospek pasar saham Indonesia dalam jangka pendek menunjukkan perbaikan, namun tetap rentan terhadap tekanan dari faktor eksternal, terutama lonjakan harga minyak dunia dan kebijakan suku bunga global yang masih tinggi.
“Secara keseluruhan, prospek jangka pendek pasar Indonesia membaik, namun masih rentan terhadap tekanan eksternal berupa harga minyak tinggi, suku bunga global yang bertahan tinggi, dan melemahnya surplus perdagangan,” tulis Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya.
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat kembali mencatatkan rekor tertinggi pada 2 Juni 2026. Penguatan dipimpin oleh optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan industri semikonduktor yang masih menjadi motor utama pertumbuhan pasar.
Sentimen tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa siklus investasi AI masih akan berlanjut dalam jangka panjang. Namun, pasar juga mulai mewaspadai tingginya konsentrasi kenaikan indeks pada sejumlah kecil saham teknologi berkapitalisasi besar.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap pasokan energi global. Ancaman Iran untuk memblokir Selat Hormuz mendorong harga minyak dunia kembali mendekati level 100 dolar AS per barel.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu tekanan inflasi global yang lebih tinggi.
Ditambah lagi, data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang masih kuat serta meningkatnya inflasi di Zona Euro membuat peluang pemangkasan suku bunga oleh bank-bank sentral utama dunia semakin terbatas.
“Kombinasi harga energi tinggi, inflasi yang masih kuat, dan suku bunga tinggi berpotensi mengurangi minat investor terhadap aset negara berkembang, termasuk Indonesia,” tulis Lotus Andalan Sekuritas dilansir dari Antara.
Dari dalam negeri, terdapat sejumlah indikator yang menunjukkan perbaikan ekonomi. Salah satunya adalah Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang kembali masuk zona ekspansi pada Mei 2026 setelah sebelumnya mengalami kontraksi.
Kondisi tersebut menandakan aktivitas sektor manufaktur mulai pulih dan memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diperhatikan. Investor asing tercatat masih melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,39 triliun, yang mengindikasikan kepercayaan investor global terhadap pasar domestik belum sepenuhnya pulih.
Selain itu, surplus neraca perdagangan Indonesia menyusut tajam menjadi hanya 90 juta dolar AS akibat peningkatan impor. Pada saat yang sama, inflasi Mei 2026 naik menjadi 3,08 persen secara tahunan (year on year/yoy) yang dipicu kenaikan biaya transportasi dan energi.
Dari sektor perbankan, tingginya nilai undisbursed loan menunjukkan likuiditas perbankan masih cukup kuat, namun permintaan kredit produktif belum sepenuhnya pulih.
Sementara itu, mayoritas bursa global bergerak positif pada perdagangan sebelumnya. Bursa Eropa ditutup menguat dengan indeks Euro Stoxx 50 naik 1,17 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,33 persen, DAX Jerman naik 0,48 persen, dan CAC 40 Prancis bertambah 0,77 persen.
Wall Street juga berakhir di zona hijau. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,45 persen, S&P 500 menguat 0,13 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,48 persen.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham cenderung beragam pada perdagangan pagi ini. Indeks Nikkei melonjak 2,56 persen ke level 68.440,50, Shanghai Composite naik 0,19 persen menjadi 4.082,82, Strait Times menguat 0,83 persen ke 5.139,58, sedangkan Hang Seng terkoreksi 1,52 persen ke posisi 25.643,00. (ant/saf/ipg)




