Bank Sampah Kelolaan Pertamina di Batam Kelola 3 Ton Sampah per Bulan

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BATAM — Program pengelolaan sampah yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hang Nadim di Kota Batam, Kepulauan Riau, tercatat mampu mengolah sekitar tiga ton sampah anorganik dan ratusan kilogram sampah organik setiap bulan.

Program bertajuk KIMARA (Kampung Inovasi Sampah Permata Bandara) tersebut dijalankan bersama Unit Bank Sampah (UBS) RT One Berseri dan telah berlangsung selama empat tahun.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan program tersebut difokuskan pada pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat.

"Melalui pembinaan UBS RT One Berseri, kami mendorong masyarakat untuk mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Program KIMARA ini memberikan dampak lingkungan yang positif, membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya kelompok ibu rumah tangga," ujarnya, dikutip Selasa (2/6/2026).

Menurut Fahrougi, kelompok binaan tersebut mengolah sekitar 41 kilogram limbah buah dari kedai buah dan usaha jus menjadi eco enzyme setiap bulan. Selain itu, sebanyak 231 kilogram sampah organik rumah tangga dimanfaatkan sebagai pakan maggot dan 39 kilogram lainnya diolah menjadi kompos.

Di sisi lain, kelompok tersebut juga mengembangkan budidaya sayuran hidroponik dengan hasil panen sekitar 20 kilogram per bulan yang dipasarkan kepada masyarakat sekitar.

Baca Juga

  • Dedi Mulyadi Tahan Status Darurat Sampah Bandung: Nanti Orang Panik
  • Mahasiswa IPB dan Unpad Siapkan Solusi Sampah Desa Wisata Gunung Padang
  • Listrik Sampah Mahal, PLN Tetap Dukung Percepatan Proyek PSEL

Untuk sampah anorganik, UBS RT One Berseri mengumpulkan dan memilah hingga tiga ton sampah setiap bulan yang selanjutnya dijual ke perusahaan daur ulang.

"Dari seluruh aktivitas tersebut, kelompok binaan ini berhasil mengurangi timbunan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir serta menciptakan sumber pendapatan tambahan yang mendukung perekonomian anggota UBS RT One Berseri," kata Fahrougi.

Anggota UBS RT One Berseri Nella Nelfia mengatakan pembinaan yang dilakukan Pertamina membantu kelompoknya mengembangkan usaha berbasis pengelolaan sampah dan pertanian skala rumah tangga.

"Pertamina sudah membina kami selama empat tahun, sekarang kami semakin mandiri dalam mengelola sampah dan pendapatan kami semakin meningkat."

"Melalui program ini, kami belajar bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi alasan untuk tidak menanam sayuran. Dengan lahan sederhana di rumah, kami dapat membudidayakan sayuran secara hidroponik," ujarnya.

Program KIMARA menjadi salah satu upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Batam dengan memanfaatkan limbah organik dan anorganik menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komentar Menohok Dasco Terkait Pencopotan Kepala BGN Dadan Hindayana, Singgung Tata Kelola dan Kerjasama
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Kerugian Rp12,14 Miliar, Polisi Ungkap Dana Jemaah Hanania Travel Tak Hanya untuk Umrah
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Perbanas Usul Pelaku Judol-Fraud Diblacklist dari Bank di RI!
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Praperadilan Andrie Yunus Dikabulkan, Ini kata Pengadilan Militer Jakarta
• 36 menit lalukumparan.com
thumb
Kisah Ibu-ibu di Ende Bangkit dari KDRT Berkat Program ATENSI Kemensos
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.