ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC), penyedia layanan kolokasi pusat data yang berkantor pusat di Singapura, mengumumkan keberhasilan ekspansi platform pendanaan di Indonesia untuk pengembangan infrastruktur pusat data STT Jakarta Campus. Fasilitas dua mata uang (dual currency) ini dinaikkan nilainya menjadi Rp 8,8 triliun, termasuk tranche pinjaman berjangka hijau yang merupakan pendanaan hijau pertama STT GDC di Indonesia.
Manajemen STT GDC mengatakan transaksi ini dibangun berdasarkan pinjaman berjangka, pinjaman bergulir, serta trade facility yang dimiliki STT GDC di Indonesia. Platform pendanaan yang diperluas ini meningkatkan fleksibilitas dan skalabilitas, sekaligus mendukung pengembangan jangka panjang dari struktur kampus data center multi-aset di seluruh STT Jakarta 1 hingga 3.
"Transaksi ini merupakan langkah berikutnya dari platform pendanaan kami di Indonesia, yang memungkinkan kami untuk mendukung ekspansi berkelanjutan dari kampus STT Jakarta sekaligus memperkenalkan tranche pinjaman hijau pertama kami di dalam negeri," ujar Hendrikus Gozali, Country Head for Indonesia, ST Telemedia Global Data Centres, dalam siaran pers, Rabu (3/6).
Hendrikus mengatakan, transaksi ini mencerminkan komitmen jangka panjang STT GDC terhadap Indonesia, perencanaan modal yang disiplin, dan fokus perusahaan dalam menyediakan infrastruktur digital yang berkelanjutan dan terukur demi memenuhi permintaan terhadap cloud, artificial intelligence (AI), dan komputasi berkinerja tinggi yang semakin meningkat pesat.
Tranche pendanaan hijau ini akan dialokasikan untuk mendukung pembangunan data center STT Jakarta 3 yang berlokasi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari infrastruktur STT Jakarta Campus yang akan mendukung lebih dari 360 Megawatt (MW) kapasitas teknologi informasi setelah dibangun sepenuhnya. Ketiga kampus ini dirancang untuk memenuhi permintaan akan beban kerja cloud, AI, dan komputasi berkinerja tinggi di Indonesia.
"STT Jakarta 3 dirancang dengan fleksibilitas untuk mendukung arsitektur pendingin cair (liquid cooling) maupun pendingin udara tingkat lanjut (advanced air-cooling), sehingga memungkinkan beban kerja generasi berikutnya berjalan pada tingkat kepadatan yang lebih tinggi," kata Hendrikus.
Pusat data STT Jakarta merupakan pusat data hijau yang menargetkan efektivitas penggunaan daya (Power Usage Effectiveness/PUE) sebesar 1,30. Kampus ini telah meraih sertifikasi Leadership in Energy and Environmental Design (LEED) Gold, yang diberikan kepada bangunan yang menerapkan desain ramah lingkungan, hemat energi, dan efisien. Pusat data ini juga bakal menerapkan sistem pendingin dengan potensi pemanasan global (Global Warming Potential/GWP) yang ultra-rendah.
Fasilitas pendanaan hijau yang diberikan untuk pengembangan data center STT GDC ini diselaraskan dengan Prinsip-Prinsip Pinjaman Hijau (Green Loan Principles) yang dikembangkan oleh Asia Pacific Loan Market Association (APLMA), Loan Market Association (LMA), dan Loan Syndications and Trading Association (LSTA), serta taksonomi keuangan berkelanjutan.
Struktur dua mata uang yang terdiri dari dolar AS dan rupiah akan meningkatkan fleksibilitas pendanaan dan mendukung penerapan yang efisien di seluruh siklus hidup pengembangan infrastruktur STT Jakarta Campus. Fasilitas ini juga menyertakan fitur-fitur yang menyediakan kapasitas untuk ekspansi di masa mendatang.
Pendanaan ini menerima dukungan kuat dari bank-bank mitra STT GDC Indonesia. Pendanaan tersebut diatur oleh PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. Oversea-Chinese Banking Corporation Limited dan PT Bank OCBC NISP Tbk juga bertindak sebagai bank koordinator, koordinator hijau tunggal (Sole Green Coordinator), dan agen fasilitas.




