KAI Bukukan Laba Bersih Rp2,3 Triliun Sepanjang 2025

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang 2025, seiring dengan pertumbuhan volume angkutan penumpang dan barang. 

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, perseroan membukukan total pendapatan konsolidasi yang belum diaudit sebesar Rp35,7 triliun pada 2025. Angka tersebut terkoreksi tipis 1% (year-on-year/yoy) dibandingkan realisasi 2024 yang mencapai Rp35,9 triliun.

Kontribusi terbesar masih berasal dari pendapatan angkutan penumpang yang mencapai Rp12,9 triliun. Nilai tersebut meningkat sekitar 8% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp11,9 triliun. Pendapatan penumpang didorong oleh layanan kereta api jarak jauh serta angkutan perkotaan yang meliputi KRL, KA Bandara, LRT dan Railink.

Di sisi lain, pendapatan angkutan barang tercatat sebesar Rp12,7 triliun pada 2025. Angka tersebut turun 1% dibandingkan 2024 yang mencapai Rp12,8 triliun. Pendapatan dari angkutan batu bara tetap menjadi kontributor utama dengan nilai Rp11,3 triliun, sementara angkutan non-batu bara menyumbang Rp1,4 triliun.

Lebih lanjut, Bobby mengatakan, meskipun pendapatan konsolidasi terkoreksi tipis, KAI masih mampu menjaga profitabilitas, seiring dengan kenaikan laba bersih dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Laba bersih perusahaan naik 2% dari Rp2,2 triliun pada tahun 2024, menjadi Rp2,3 triliun pada 2025," ujar Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR pada Rabu (3/6/2026). 

Baca Juga

  • KAI Angkut Lebih dari 149.000 Penumpang per Hari selama Periode Liburan
  • KAI: 1,21 juta Tiket Ludes Terjual, Jakarta-Yogyakarta Paling Laris
  • KAI Dorong Akselerasi Pembangunan Flyover & Underpass di 40 Titik Rawan

Kinerja operasional juga tercermin dari perolehan EBITDA yang naik sekitar 7% yoy pada 2025 mencapai Rp8,3 triliun, dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp7,8 triliun. Capaian tersebut menunjukkan efisiensi operasional dan kemampuan perusahaan menjaga margin usaha di tengah dinamika bisnis transportasi.

Sepanjang 3 tahun terakhir, kinerja keuangan KAI menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Pendapatan penumpang meningkat dari Rp7 triliun pada 2022 menjadi Rp12,9 triliun pada 2025, sedangkan EBITDA melonjak dari Rp4,5 triliun menjadi Rp8,3 triliun pada periode yang sama.

Selain mencatatkan kinerja positif secara bisnis, KAI juga meningkatkan kontribusinya kepada negara. Total kontribusi perusahaan pada 2025 mencapai Rp6,8 triliun, naik signifikan dibandingkan Rp4,4 triliun pada 2024.

Kontribusi tersebut terdiri atas pembayaran pajak sebesar Rp4,2 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) senilai Rp2,3 triliun, serta dividen sebesar Rp300 miliar. 

Dari sisi jumlah penumpang, volume angkutan penumpang KAI tercatat sebanyak 493 juta orang sepanjang 2025, atau naik 9% dibandingkan 452 juta orang pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, volume angkutan barang KAI tercatat sebanyak 70 juta ton barang pada 2025, naik 0,5% dibandingkan 69,2 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dinar Candy Akui Trauma Pacaran, Pilih Jaga Hubungan dengan Resul Sebatas Teman Konten
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Ketidakpastian Perundingan AS-Iran Bikin Harga Minyak Naik Lagi
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prakiraan Cuaca Jabodetabek: Jaksel dan Jaktim Hujan, Bogor Berawan
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mantan Istri Reza Smash Terlibat Jaringan Love Scamming, Begini Modusnya
• 3 jam lalucumicumi.com
thumb
Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Tekankan Perbaikan Kinerja dan Tata Kelola
• 20 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.