KIEV, KOMPAS.TV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy meminta bantuan kepada Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa untuk membendung serangan udara Rusia.
Permintaan ini diserukan Zelenskyy usai Rusia meluncurkan serangan udara besar ke Ukraina pada Senin (1/6/2026) malam hingga Selasa (2/6/2026) pagi.
Dia menyatakan Moskow akan terus menyerang jika Ukraina tidak memiliki pertahanan udara yang dapat diandalkan. Rusia dilaporkan meluncurkan puluhan rudal dan ratusan drone ke Ukraina dalam serangan terkini.
"Ini adalah pernyataan yang eksplisit dari Rusia: Jika Ukraina tidak terlindungi dari rudal balistik dan serangan rudal lain, serangan-serangan ini akan berlanjut," kata Zelenskyy, dilansir Associated Press, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: Rusia Gempur Ukraina dengan Rudal dan Drone, 11 Orang Tewas
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan mengeskalasi serangan udara ke Ukraina. Putin bahkan dilaporkan menerjunkan rudal hipersonik Oreshnik dalam gelombang serangan baru-baru ini.
Rusia disinyalir memanfaatkan situasi Ukraina yang kekurangan sistem pertahanan udara. Terlebih lagi, pasokan senjata AS dilaporkan berkurang akibat perang di Iran.
Angkatan Udara Ukraina melaporkan Rusia mengirimkan 73 rudal dan 656 drone ke berbagai wilayah pada awal pekan ini. Mereka mengaku berhasil menyergap 40 rudal dan 602 drone.
Otoritas Ukraina menyatakan serangan udara Rusia menewaskan setidaknya 22 warga sipil dan melukai 138 orang.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : The Associated Press
- perang rusia ukraina
- volodymyr zelenskyy
- serangan udara rusia
- ukraina
- rusia ukraina
- Rusia





