IHSG Tenggelam Nyaris 5%, Saham Bank Jumbo BBCA hingga BBNI Tertekan

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah 4,94% atau 305,94 poin ke 5.889,48 pada perdagangan sesi pertama, Rabu (3/6). Tenggelamnya indeks hari ini seiring dengan pergerakan nilai tukar rupiah yang kian melemah.

Investment Specialist Korea Investment Sekuritas Indonesia, Ahmad Faris Mu’tashim, menilai turunnya IHSG hari ini dipicu pelemahan rupiah yang berada dalam rentang 17.900 dan mendekati level 18.000. 

“Hal tersebut, membuat tone IHSG sideways to bearish setidaknya dalam beberapa pekan kedepan,” kata Ahmad dalam keterangan resmi dikutip Rabu (3/6).

Dia menjelaskan, untuk membalikan keadaaan ke structural bullish setidaknya IHSG harus berada di level 6.700-7.000.

Sementara analis Panin Sekuritas cabang Pondok Indah, Elandry Pratama, juga menyatakan turunnya IHSG terjadi karena faktor domestik seperti pelemahan rupiah. Selain itu, tekanan jual yang terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot dominan di indeks turun menekan IHSG. 

“Ketika beberapa big caps terkoreksi bersamaan, dampaknya terhadap IHSG menjadi cukup signifikan,” kata dia.

Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi perdagangan sepanjang sesi pertama mencapai 26,37 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,76 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 10.357 triliun dengan total nilai transaksi siang ini sebesar Rp 14,89 triliun.

Sebanyak 35 saham ditutup naik, 714 saham turun dan 64 saham lainnya tidak bergerak. 

Seluruh sektor yang ada di BEI parkir di zona merah. Sektor industri dasar mengalami penurunan tajajm, yaitu terkoreksi 10,25%. Di dalamnya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ambruk 13,42% ke Rp 1.645; PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) merosot 14,91% ke Rp 3.310, dan; PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 13,26% ke Rp 2.290.

Sementara itu, saham-saham bank jumbo ikut tertekan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok 3% ke Rp 5.650; PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 3,62% ke Rp 2.930; PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah 2,64% ke Rp 4.060, dan; PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) rontok 3,99% ke Rp 3.610.

Dari sisi banyaknya nilai perdagangan, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) paling banyak diburu hingga siang ini, yaitu Rp 1,89 triliun. Disusul oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang diperdagangkan sebesar Rp 1,03 triliun dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 966 miliar.

Sementara itu, mayoritas bursa Asia menghijau hingga siang ini. Indeks bursa Nikkei Jepang naik 2,88% ke level 68.659, Shanghai Composite bertambah 0,56% ke level 4.097 sementara Hang Seng justru turun 1,68% ke level 25.599. 

Daftar top gainers siang ini: 

- PT DCI Indonesia Tbk (DCII) naik 2,35% ke Rp 194.500.

- PT Jayamas Medika Industri Tbk (OMED) naik 0,97% ke Rp 208.

- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 0,67% ke Rp 1.495.

Daftar top losers siang ini:

- PT Petrosea Tbk (PTRO) turun 15% ke Rp 4.080.

- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 14,91% ke Rp 3.310.

- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turun 14,04% ke Rp 1.010.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menlu RI sambut kedatangan Menlu Turkiye di Jakarta
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Gantikan Dadan Hindayana
• 22 jam laludisway.id
thumb
Prabowo ke Jajaran MBG: Bekerja Jujur, Jangan Sampai Lakukan Penyimpangan!
• 4 menit laluokezone.com
thumb
Cek Langsung Pelayanan SPBU, Dewan Komisaris Kunjungi Fasilitas dan Layanan di Bali
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Erick Thohir Apresiasi Keberanian John Herdman Orbitkan Mathew Baker ke Timnas Indonesia Senior
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.