Kerja Sama Rudal AS-Jepang Diperkuat, Indo-Pasifik dan Eropa Bersatu Hadapi Ancaman Tiongkok

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com. Dialog Shangri-La di Singapura baru saja berakhir, kerja sama antara Amerika Serikat dan Jepang semakin diperdalam. Negara-negara di kawasan Indo-Pasifik juga terus memperkuat koordinasi, menambah persenjataan, serta saling menyediakan dukungan alutsista untuk bersama-sama menghadapi ancaman yang dianggap berasal dari Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Pada saat yang sama, hubungan antara NATO dan Jepang juga semakin erat, yang memicu reaksi keras dari pihak PKT.

Dikutip pada Selasa (2/6/2026) menteri perang Amerika Serikat, Pete Hegseth, dalam Dialog Shangri-La menyatakan bahwa meskipun Amerika Serikat saat ini berfokus pada keamanan dalam negeri dan kawasan Belahan Barat, Washington tetap akan memastikan kawasan Indo-Pasifik tidak berada di bawah ancaman “hegemoni dominan”, yang merujuk pada PKT.

“Kekhawatiran terhadap pembangunan militer PKT yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta aktivitas militernya di dalam negeri maupun di kawasan yang lebih luas, adalah sesuatu yang wajar,” katanya. 

Pengamat militer Mark berpendapat bahwa sikap Amerika Serikat terhadap PKT tahun ini terlihat sedikit lebih lunak dibanding sebelumnya. Menurutnya, ada dua alasan utama:

  1. Pemerintahan Trump saat ini ingin hubungan AS-Tiongkok lebih difokuskan pada bidang ekonomi dan perdagangan.
  2. Pembersihan politik internal yang terjadi di tubuh PKT telah menguras energi rezim tersebut sehingga tidak memiliki kapasitas untuk memulai konflik militer besar.

Mark menjelaskan:”Jika militer AS terus bersikap sangat agresif atau Menteri Pertahanan AS terus-menerus mengecam PKT, hal itu bisa menimbulkan ketegangan yang tidak perlu. Karena itu Amerika Serikat mengambil pendekatan yang relatif lebih terkendali dibanding sebelumnya. Dengan cara ini dapat dihindari kesalahan perhitungan dari pihak PKT yang berpotensi memicu konflik.”

Untuk meningkatkan kemampuan menghadapi ancaman dari PKT, Hegseth meminta negara-negara sekutu agar lebih mandiri dalam bidang pertahanan dan meningkatkan anggaran pertahanan mereka hingga mencapai 3,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang ia sebut sebagai “standar emas” (gold standard).

Sebagai negara strategis yang berada di rantai pulau pertama (First Island Chain), hubungan Jepang dengan Tiongkok belakangan ini memburuk hingga mencapai titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam situasi tersebut, Amerika Serikat secara aktif mendukung Jepang untuk memperkuat kemampuan pertahanannya sendiri.

Pentagon mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat akan:

Kedua pihak juga menegaskan kembali pentingnya kerja sama trilateral antara Amerika Serikat, Jepang, dan Australia, serta memuji kerangka berbagi data pertahanan udara dan pertahanan rudal yang telah dibangun oleh ketiga negara tersebut.

Di sisi lain, kerja sama Jepang dengan negara-negara Indo-Pasifik dan Eropa juga terus berkembang.

Setelah menandatangani perjanjian ekspor kapal perang dengan Australia, Filipina mengumumkan rencana pembelian lima kapal fregat dari Jepang.

Korea Selatan dan Jepang juga mulai membahas kemungkinan tercapainya perjanjian dukungan logistik militer antara kedua negara.

Selama berlangsungnya Dialog Shangri-La, Jepang juga menyelesaikan penugasan empat personel Pasukan Bela Diri Jepang ke Komando Bantuan Keamanan dan Pelatihan NATO untuk Ukraina.

Langkah tersebut dipandang sebagai cerminan semakin eratnya hubungan antara kawasan Euro-Atlantik dan Indo-Pasifik. Menurut laporan ini, tren kerja sama global untuk menghadapi pengaruh PKT semakin terlihat jelas.

Tindakan Jepang tersebut kembali memicu keberatan dari pihak PKT.

Mark menilai bahwa Jepang akan menjadi salah satu sekutu paling penting bagi Amerika Serikat dalam menghadapi PKT di masa mendatang.

“Baik sektor manufaktur maupun industri perkapalan Jepang pada dasarnya membantu mengurangi beban Amerika Serikat. Pada saat yang sama, hal itu meningkatkan fleksibilitas sumber pasokan persenjataan Amerika. Jepang juga akan memainkan peran positif dalam berbagai penempatan dan operasi militer Amerika Serikat di masa depan,” katanya. 

Laporan oleh Li Jiayin dan Qiu Yue, wartawan NTD Television di Amerika Serikat


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Didier Deschamps: Saya Pernah Juara UCL, tapi Tiada Rasa yang Setara dengan Jaura Piala Dunia
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Ikuti arahan pemda, BPBD Jember mulai lakukan pemilahan sampah
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Mensesneg Tegaskan Pemerintah Terus Evaluasi Kinerja BGN
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dedi Mulyadi Terpesona dengan Kebersihan Kampung Tobati, KDM: Siapa yang Ngajarin Kebersihan?
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Pegang Peran Penting, Ini Sosok Fabiola Elizabeth, Mantan Istri Reza SMASH yang Terlibat Sindikat Love Scamming di Solo
• 21 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.