KENDARI, KOMPAS.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan Kabupaten Sidenreng Rappang, Bolaang Mongondow Timur, dan Gowa sebagai kabupaten yang berhasil menanggulangi kemiskinan dan menurunkan stunting di regional Sulawesi.
Kinerja ketiga kabupaten tersebut diganjar penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 Regional Sulawesi di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).
Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai Terbaik I mendapatkan insentif fiskal sebesar Rp 3 miliar. Selanjutnya, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang menempati Terbaik II meraih insentif Rp 2 miliar, sedangkan Kabupaten Gowa di posisi Terbaik III menerima insentif Rp 1 miliar.
Penghargaan tersebut diberikan secara simbolis oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik Dan Keamanan (Polkam) Djamari Chaniago kepada Bupati Sidenreng Rappang, Bolaang Mongondow Timur, dan Gowa.
Baca juga: Gowa Tekan Stunting dari 21 Jadi 17 Persen, Bupati Sitti Husniah Talenrang Ungkap Strateginya
Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan bahwa para pemenang ditentukan berdasarkan data yang terukur dari berbagai instansi resmi, yaitu Badan Pusat Statistik (BPS) serta Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Adapun aspek penilaian mencakup sinergi program, capaian pelayanan, hingga efektivitas intervensi di tingkat desa.
Selain melihat tren penurunan angka kemiskinan dan stunting sebagai hasil konkret, Kemendagri juga mempertimbangkan inovasi daerah dalam menghadirkan solusi kreatif, responsif, dan berkelanjutan sebagai aspek krusial penilaian.
Melalui ajang tersebut, Tito berharap penghargaan yang diberikan semakin memotivasi pemda untuk terus menghadirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menanggulangi kemiskinan dan mempercepat penurunan stunting.
Baca juga: Apresiasi Pemda Berprestasi 2026: Sigi, Polewali Mandar, dan Takalar Unggul dalam Pengendalian Inflasi
Digelar tiga gelombangSetelah rangkaian penghargaan di enam regional rampung, Tito menyampaikan bahwa Kemendagri akan menggelar gelombang kedua dan ketiga yang akan berlangsung hingga November 2026.
Menurutnya, skema tiga gelombang tersebut bertujuan meningkatkan kesempatan pemda untuk meraih apresiasi atas kinerjanya.
Tito menyebut, daerah yang belum meraih penghargaan pada gelombang pertama masih dapat berkompetisi pada gelombang berikutnya melalui kategori yang akan ditetapkan kemudian.
“Secara keseluruhan, rangkaian Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 direncanakan berlangsung sebanyak 18 kali hingga akhir November 2026,” ujarnya, dikutip dari siaran langsung di kanal YouTube Kompas.com, Jumat.
Baca juga: Sukses Tekan Pengangguran, 3 Kota di Sulawesi Raih Penghargaan Pemda Berprestasi 2026
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



:strip_icc()/kly-media-production/medias/1477240/original/042775300_1484812573-20170119-Diskusi-tematik-bahas-tenaga-kerja-asing-ilegal-HA7.jpg)
