Bisnis.com, MAKASSAR — Badan Pusat Statistik mengumumkan Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami inflasi bulanan sebesar 0,09% (month to month/mtm) pada Mei 2026.
Penyumbang utama inflasi pada Mei 2026 adalah kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran dan transportasi, yang masing-masing sebesar 0,06%.
Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok tersebut adalah nasi dengan lauk yang mengalami kenaikan harga sebesar 0,05% dan pelumas/oli mesin sebesar 0,02%.
"Pada Mei 2026 diketahui kenaikan harga plastik masih berlanjut akibat ketergantungan pada harga minyak global. Kenaikan ini menyebabkan kenaikan harga beberapa komoditas, mulai dari makanan menggunakan plastik hingga turunan minyak lain," jelas Kepala BPS Provinsi Sulsel Aryanto melalui konferensi pers di Makassar, Selasa (2/6/2026).
Selain nasi dengan lauk dan oli, komoditas lain yang memberikan andil dominan pada inflasi bulanan Sulsel adalah cabai merah sebesar 0,06%, tomat 0,05%, minyak goreng 0,04%, telepon seluler 0,02%, makanan ringan/snack 0,02%, jagung manis 0,02%, sewa rumah 0,01%, dan beras 0,01%.
Sementara itu inflasi tahunan Sulsel pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,12% (year on year/yoy). Terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, di mana paling besar adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,62%.
Baca Juga
- Saat Ekspor Sulsel Anjlok per April 2026, Impor Justru Melesat 35,33%
- Penyelundupan BBM Subsidi di Sulsel Dibongkar, Kapal Tanker hingga Ribuan LPG Disita
- Tekanan Harga Properti, Perbankan Komitmen Dukung Pertumbuhan di Sulsel
Kemudian disusul kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 5,4%; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,91%; perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,76%; kesehatan 0,54%; transportasi 0,73%; informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 1,01%; rekreasi, olahraga, dan budaya 0,96%; pendidikan 1,1%; dan penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,03%.
Adapun komoditas yang dominan memberikan andil tahunan pada Mei 2026, antara lain emas perhiasan sebesar 0,79%, tomat 0,31%, beras 0,17%, nasi dengan lauk 0,11%, sigaret kretek mesin (skm) 0,11%, daging ayam ras 0,1%, minyak goreng 0,09%, hingga bawang merah 0,07%.
"Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Sidrap sebesar 4,04%. Sedangkan yang paling rendah di Kota Palopo sebesar 2,25%," tutur Aryanto.





