Perubahan Iklim Picu Evolusi Ikan yang Merugikan Nelayan

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Perubahan iklim diperkirakan akan membuat stok ikan di berbagai perairan dunia terus menurun. Seiring dengan meningkatnya suhu laut, sejumlah spesies ikan berevolusi dengan berkembang biak lebih sedikit, bahkan menghilang dari wilayah tertentu. Hal ini berpotensi menekan hasil tangkapan perikanan pada masa depan.

Dampak perubahan iklim yang mengancam stok ikan ini terangkum dalam hasil peneliti terbaru dari Monash University yang diterbitkan di jurnal Science. Para peneliti melakukan model riset dan memprediksi perubahan iklim akan memengaruhi hasil tangkapan ikan di berbagai wilayah di dunia.

Penelitian yang dilakukan Monash University bersama Jan Kozłowski dari Universitas Jagiellonian, Polandia, ini memakai model sejarah hidup baru yang telah diuji dengan data hampir 3.000 spesies ikan. Model tersebut dikembangkan untuk memahami keterkaitan antara evolusi karakteristik hidup ikan dan keberlanjutan sumber daya perikanan.

Hasil penelitian menunjukkan model tersebut mampu memprediksi bagaimana evolusi sejarah hidup ikan akan memengaruhi kelestarian hasil tangkapan di 43 kawasan perikanan terbesar di dunia. Temuan ini pun memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat untuk mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan di berbagai wilayah.

Studi ini juga menemukan bahwa ikan akan terus berevolusi untuk beradaptasi dengan suhu perairan yang semakin hangat akibat perubahan iklim. Kemampuan beradaptasi itu membuat ikan tetap dapat bertahan hidup dan berkembang biak meski kondisi lingkungan terus berubah.

Meski demikian, proses evolusi tersebut tidak serta-merta menguntungkan sektor perikanan. Para peneliti menemukan bahwa perubahan karakter biologis ikan justru dapat mengurangi jumlah ikan yang tersedia untuk ditangkap oleh nelayan.

Baca JugaPerubahan Iklim Picu Musim Ikan Tidak Menentu

Akibat perubahan evolusi tersebut, industri perikanan diperkirakan dapat mengalami kerugian hingga 50 persen. Kerugian itu mencakup penurunan pendapatan sektor perikanan maupun berkurangnya jumlah hasil tangkapan ikan di berbagai wilayah.

Head of the School of Biological Sciences Monash University Craig White menyampaikan, pemanasan global diperkirakan membuat ikan tumbuh lebih cepat dan dewasa sebelum waktunya. Kondisi ini membuat ukuran ikan dewasa menjadi lebih kecil dari yang seharusnya.

“Perubahan evolusi ini berdampak baik bagi kelangsungan ikan, tetapi kurang baik bagi nelayan dan industri perikanan. Evolusi membantu ikan mengurangi dampak pemanasan global terhadap kondisi fisik mereka, tetapi memiliki pengaruh yang buruk terhadap kelestarian hasil tangkapan,” ujar White, Rabu (3/6/2026).

Menurut White, setiap kenaikan satu derajat suhu bumi diperkirakan akan menurunkan produksi perikanan. Di sisi lain, kebijakan iklim yang baik, yang membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius, berpotensi menjaga jutaan ton hasil perikanan yang dikhawatirkan hilang.

Head of the Marine Evolutionary Ecology Research Group Monash University Dustin Marshall menyatakan, faktor evolusi harus dipertimbangkan untuk memprediksi bagaimana perubahan iklim akan berdampak pada layanan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan manusia.

Evolusi membantu ikan mengurangi dampak pemanasan global terhadap kondisi fisik mereka, tetapi memiliki pengaruh yang buruk terhadap kelestarian hasil tangkapan.

“Banyak yang beranggapan bahwa evolusi akan mengurangi dampak perubahan iklim. Hal itu memang benar untuk kelangsungan hidup spesies, tetapi sebaliknya dapat memperburuk kondisi layanan ekosistem,” ucapnya.

Dampak bagi Indonesia

Permintaan terhadap industri perikanan sebagai sumber protein hewani di seluruh dunia diperkirakan akan terus meningkat. Di Indonesia, sektor kelautan juga memegang peranan ekonomi yang besar, menyumbang lebih dari 180 miliar dolar AS per tahun melalui perikanan, pariwisata bahari, transportasi laut, serta berbagai industri berbasis laut lainnya. 

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Indonesia juga termasuk dalam jajaran produsen rumput laut, budidaya ikan atau akuakultur, dan perikanan tangkap.

Meski memiliki posisi kuat, pertumbuhan perikanan tangkap di Indonesia belakangan melambat. Kondisi ini disebabkan jumlah tangkapan yang kian mendekati batas maksimal yang dianggap aman dan berkelanjutan, yaitu sekitar 6,5 juta ton per tahun.

Di sisi lain, seiring meningkatnya suhu laut dan perubahan cuaca, ikan pun berevolusi. Beberapa jenis ikan kini berkembang biak lebih sedikit atau bahkan menghilang sepenuhnya dari perairan tertentu.

Baca JugaPerubahan Iklim Menambah Kemiskinan Akut Nelayan

Dampak perubahan iklim terhadap sektor kelautan dan perikanan di Indonesia juga diakui oleh Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani Setiawan dalam peringatan Hari Nelayan 2026 beberapa waktu lalu. Dari survei KNTI, cuaca buruk yang merupakan salah satu dampak dari perubahan iklim sangat memengaruhi nelayan kecil. 

“Cuaca ekstrem Januari 2026 memengaruhi 95 persen nelayan di 350 desa pesisir, dengan 63 persen menghentikan melaut akibat angin kencang dan gelombang tinggi. Selain itu, penghasilan nelayan turun hingga 50 persen, dari Rp 400.000–Rp 650.000 menjadi Rp 200.000–Rp400.000 per hari, terutama di Jawa Barat, Maluku, dan Sulawesi,” ungkapnya.

Meski dampak perubahan iklim telah dirasakan, Dani menyebut perlindungan bagi nelayan kecil masih sangat terbatas. Bahkan, penyediaan asuransi iklim hingga alat keselamatan kerja diidentifikasi terhenti sejak 2021.

Guna mengatasi persoalan ini, KNTI mendorong pemerintah untuk membuat program perlindungan sosial dalam bentuk jaminan keselamatan kerja di laut. Upaya ini diperlukan karena telah menjadi amanat dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kunjungan Wisman ke Riau pada April 2026 Tercatat 25.462 Orang, Didominasi Turis Malaysia
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Korban Dugaan Penipuan Umrah
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
2 Anggota Brimob Polda Banten Dibacok 11 Debt Collector di Serang
• 6 jam laludetik.com
thumb
Menteri Imipas Hormati OTT KPK yang Jerat Pejabat Imigrasi Jakbar
• 9 jam laludetik.com
thumb
Tak Hanya Dadan, Prabowo Juga Copot Lodewijk Paulus dan Sony Sonjaya dari Wakil Ketua BGN
• 22 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.