Nilai tukar rupiah kembali tertekan mendekati level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (3/6). Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 12.00 WIB, rupiah melemah 88,50 poin atau 0,50 persen ke level Rp 17.927 per dolar AS.
Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Bobby Rasyidin, mengakui pelemahan nilai tukar rupiah memberikan tekanan terhadap biaya operasional perseroan.
“Ke operasional KAI tentunya berpengaruh lah. Kan ada spare parts, spare parts masih kita beli dari luar gitu ya,” ujar Bobby kepada wartawan di Gedung Parlemen, Senayan, Rabu (3/6).
Selain itu, Bobby mengatakan sebagian kebutuhan bahan bakar kereta diesel juga masih menggunakan solar nonsubsidi yang mengikuti harga pasar.
“Kemudian juga sebagian kita itu kan solar kita bukan subsidi. Ya kan, ada sebagian solar kita itu yang diesel yang harga pasar juga,” katanya.
Meski demikian, Bobby memastikan hingga saat ini belum ada rencana menaikkan tarif tiket kereta api akibat pelemahan rupiah tersebut. “Enggak ada, belum ada [kenaikan tiket kereta],” imbuh Bobby.





