Moms, mungkin Anda pernah mendengar anggapan bahwa ibu hamil dengan mata minus tinggi tidak boleh melahirkan secara pervaginam karena dikhawatirkan berisiko saat mengejan.
Namun, benarkah demikian? Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, Sp.OG, menjelaskan bahwa anggapan tersebut ternyata hanyalah mitos. Menurutnya, mata minus tinggi bukanlah alasan seseorang harus menjalani operasi caesar.
Mata Minus Tinggi Tetap Bisa Melahirkan PervaginamMenurut dr. Andrew, ibu hamil dengan mata minus tetap dapat menjalani persalinan pervaginam selama tidak memiliki cedera, trauma, atau kelainan pada retina.
"Selama tidak ada kerusakan atau cedera retina, ibu hamil masih aman untuk mengejan saat persalinan," jelasnya pada kumparanMOM, Rabu (3/6).
Sebelum menentukan metode persalinan, dokter biasanya akan memastikan terlebih dahulu bahwa kondisi ibu, bayi, dan plasenta dalam keadaan baik untuk menjalani persalinan normal, sama seperti pada ibu hamil lainnya.
Pada ibu hamil dengan mata minus lebih dari 6, pemeriksaan ke dokter mata sekitar usia kehamilan 34 minggu juga dapat dilakukan untuk memastikan kondisi retina tetap baik.
Kapan Ibu Hamil Perlu Operasi Caesar?Menurut dr. Andrew, tidak ada kondisi khusus pada mata minus yang secara otomatis menjadi indikasi operasi caesar. Menurutnya, operasi caesar baru dapat dipertimbangkan apabila ada riwayat trauma, cedera, atau kelainan pada retina yang berpotensi menimbulkan risiko saat persalinan.
"Sehingga tidak ada kondisi khusus yang menjadi indikasi lahiran sectio caesarea, kecuali ada riwayat trauma, cedera, atau kelainan pada retina mata," katanya.
Tak sedikit pula ibu hamil yang khawatir karena memiliki riwayat lasik. Padahal, menurut dr. Andrew, prosedur tersebut tidak menjadi penghalang untuk melahirkan secara pervaginam.
"Ibu dengan riwayat lasik juga tetap boleh menjalani persalinan pervaginam karena lasik hanya berpengaruh pada kornea, bukan retina," tutup dr. Andrew.





