Pantau - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan sektor pariwisata Indonesia tetap tumbuh kuat di tengah tekanan geopolitik global, dengan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 4,68 juta pada periode Januari hingga April 2026 atau meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Widiyanti menyampaikan pernyataan tersebut dalam Rapat Kerja Kementerian Pariwisata bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta pada Rabu (3/6/2026).
Ia mengungkapkan, “Pariwisata tidak hanya kita dorong untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, devisa, investasi, dan kontribusi terhadap PDB. Yang tidak kalah penting, pertumbuhan pariwisata harus dirasakan langsung oleh masyarakat."
Selain peningkatan kunjungan wisatawan asing, Indonesia juga mencatat devisa pariwisata sebesar 4,05 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp68,28 triliun pada kuartal pertama 2026, naik 6,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Widiyanti mengatakan capaian sektor pariwisata harus terus diarahkan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui penguatan desa wisata sebagai instrumen pemerataan pembangunan.
Kementerian Pariwisata terus mendorong pemberdayaan masyarakat, pendampingan desa wisata, sertifikasi desa wisata berkelanjutan, serta kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk memperluas sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.
Hingga 30 Mei 2026, Kementerian Pariwisata bersama BPJPH telah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat kepercayaan wisatawan terhadap layanan pariwisata di berbagai daerah.
Pemerataan manfaat pariwisata juga diperkuat melalui penyelenggaraan Program Karisma Event Nusantara yang telah berlangsung di 15 provinsi.
Program tersebut mencatat keterlibatan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM dengan nilai pergerakan ekonomi mencapai lebih dari Rp45,57 miliar.
Widiyanti mengatakan, “Event bukan hanya ruang promosi destinasi, tetapi, juga ruang ekonomi rakyat. Di sana ada UMKM, seniman, pekerja kreatif, komunitas, pelaku transportasi, kuliner, akomodasi, dan berbagai sektor pendukung lainnya yang ikut bergerak.”
Kementerian Pariwisata juga memperkuat dukungan kepada daerah melalui program tugas pembantuan di 38 provinsi yang mencakup pelatihan keselamatan berwisata, pembuatan konten promosi daerah, dan dukungan berbagai kegiatan pariwisata.
Widiyanti menegaskan pembangunan pariwisata ke depan harus semakin berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan DPR RI, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, industri, komunitas, serta masyarakat.
Ia mengungkapkan, “Pariwisata harus menjadi kekuatan ekonomi yang tumbuh bersama rakyat dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.”




