Sultan HB X Buka Rakernas APJI di Yogya, Dorong Digitalisasi Industri Jasaboga

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) 2026 di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Rabu (3/6).

Rakernas yang berlangsung hingga 5 Juni 2026 ini diikuti lebih dari 500 peserta dari 29 Dewan Pengurus Daerah (DPD) APJI se-Indonesia, serta jejaring internasional APJI dari Australia, Belanda, dan Inggris Raya.

Dalam sambutannya, Sultan menegaskan APJI harus mengambil peran lebih besar sebagai mitra strategis pembangunan pangan nasional, tidak sekadar berhenti pada konsolidasi organisasi.

Ia menyebut industri jasaboga kini menghadapi tantangan berlapis, mulai dari keamanan pangan, standar gizi dan higienitas, hingga efisiensi rantai pasok yang semuanya membutuhkan dukungan teknologi.

"Teknologi kecerdasan buatan mampu memangkas pemborosan makanan hingga lebih dari 50 persen. Transformasi digital rantai pasok pangan juga dapat menekan biaya sekaligus meningkatkan keamanan pangan," kata Sultan HB X, Rabu (3/6).

Sultan juga mendorong pelaku usaha jasaboga mengadopsi teknologi tepat guna, mencakup mekanisasi dapur hemat energi, teknik preservasi bahan pangan, hingga digitalisasi manajemen inventaris.

Ia juga meminta APJI memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, UMKM, dan mitra strategis lainnya untuk membangun ekosistem riset terapan yang berkelanjutan.

Ketua Umum APJI, Tashya Megananda Yukki, mengatakan Rakernas 2026 mengusung tema "Konsolidasi Nasional dan Pengokohan Organisasi Menuju APJI sebagai Mitra Strategis Utama Jasaboga".

Forum ini menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyusun langkah strategis peningkatan profesionalisme dan daya saing anggota.

Tashya mengungkapkan besarnya kontribusi sektor jasaboga terhadap perekonomian nasional. Bersama industri makanan dan minuman, sektor ini menyumbang hampir 10 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, atau setara sekitar Rp2.300 triliun.

"Pembukaan lapangan kerja juga diperkirakan mencapai 11,7 juta tenaga kerja. Sementara jumlah usaha penyediaan makan minum mencapai sekitar 4,85 juta unit dengan perputaran omzet sebesar Rp998 triliun," ujarnya.

Di luar agenda organisasi, Rakernas APJI 2026 juga menjadi ajang penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi. Dalam forum ini turut dilantik DPD APJI Papua Tengah sebagai bagian dari upaya memperluas pengembangan industri jasaboga ke kawasan timur Indonesia.

Rakernas juga membahas pengembangan platform digital APJI Connect, yang dirancang menghubungkan pengusaha jasaboga, UMKM, pemasok, perbankan, investor, hingga pembeli internasional dalam satu ekosistem bisnis terintegrasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KSP Dudung Benarkan Dugaan Jual Beli SPPG Pemicu Pencopotan Dadan BGN
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
2 Orang Tertembak Peluru Nyasar di UNP, TNI Lakukan Investigasi
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Gerbang Kantor BGN Tampak Ditutup di Tengah Isu Penggeledahan Kejagung
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Biaya operasional KAI naik, tarif tiket masih bertahan
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Simak Jadwal Tayang Drakor A Shop for Killers 2
• 12 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.