Bos BRMS Borong Saham Kala Harga Tertekan

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Adrian Wicaksono, memborong saham perseroan sebanyak 810.000 lembar dalam tiga transaksi yang dilakukan pada 2–3 Juni 2026.

Saham Bumi Resources Minerals ditutup melemah 7,76% atau 45 poin pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Sepanjang tahun berjalan (YtD), Harga menyusut 51,80%, kendati masih naik 35,79% dalam 1 tahun terakhir.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Adrian sebelumnya tidak memiliki saham BRMS. Pembelian saham dilakukan dengan tujuan investasi. Pada Selasa (2/6/2026), Adrian membeli 350.000 saham BRMS pada harga Rp580 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi mencapai Rp203 juta.

Selanjutnya, pada Rabu (3/6/2026), Adrian kembali membeli 160.000 saham BRMS pada harga Rp500 per saham dan 300.000 saham pada harga Rp530 per saham.

Nilai transaksi pertama pada 3 Juni mencapai Rp80 juta, sedangkan transaksi kedua mencapai Rp159 juta. Dengan demikian, total pembelian pada hari tersebut mencapai Rp239 juta.

Secara keseluruhan, Adrian menggelontorkan dana sekitar Rp442 juta untuk mengakumulasi saham BRMS dalam dua hari perdagangan.

Baca Juga

  • Uji Taji Daya Kilau AMMN, BRMS & EMAS di Indeks GDX saat Harga Lesu
  • Perubahan Kepemilikan Saham BRMS, BEEF, DILD, FILM, Hingga SSIA per 26 Mei 2026
  • Nasib Saham AMMN, BRMS dan Prospek EMAS di Indeks GDX

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Adrian di BRMS menjadi sebanyak 810.000 saham, dari sebelumnya nihil.

Adrian merupakan Direktur BRMS yang pertama kali menjabat sejak 2023. Sebelum bergabung dengan perseroan, dia pernah bekerja di Suffolk University Finance Department, Boston, Massachusetts sebagai asisten dan mengawali karier profesional di Departemen Akuntansi Star Energy pada 2006.

Kariernya di pasar modal dimulai di Nusantara Capital Securities sebagai analis junior pada 2010–2012, kemudian menjadi analis pada periode 2013–2015.

Sejak 2015, Adrian menjabat sebagai Co-Owner/Co-Founder PT Tri Karya Teslatama serta Direktur PT AP Investment. Dia juga mengantongi sertifikat perantara pedagang efek Indonesia dari Komite Standar Profesi Pasar Modal.

Adrian merupakan lulusan Sarjana Ekonomi dari Suffolk University, Boston, Massachusetts.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, emiten Grup Bakrie-Salim ini mencatatkan laba bersih sebesar US$18,05 juta. Perolehan tersebut meningkat sebesar 22% dari periode sama tahun sebelumnya yakni US$14,85 juta.

Sejalan dengan laba bersih, pendapatan BRMS juga terkerek 10% secara year on year (YoY) menjadi US$69,47 juta pada kuartal I/2026. Adapun laba operasi stabil dengan kenaikan tipis menjadi US$28,59 juta dari US$27,57 juta.

Direktur & Chief Financial Officer BRMS Charles Gobel menjelaskan meskipun volume produksi emas dan perak menurun akibat operasi pushback di lokasi tambang terbuka River Reef (Poboya, Palu), kinerja keuangan tetap membaik.

"Kami tetap dapat membukukan kinerja keuangan yang semakin membaik dikarenakan harga jual emas dan perak kami yang semakin meningkat pada periode yang sama," ujar Charles dalam keterangan resminya.

Manajemen memperkirakan perluasan tambang terbuka River Reef akan selesai pada akhir Mei atau awal Juni 2026, memungkinkan akses ke bijih dengan kadar lebih tinggi mulai Juni 2026 dan mendukung normalisasi kadar setelah pengenceran sementara pada kuartal IV/2026.

Peningkatan kapasitas pabrik carbon in leach (CIL) pertama Citra Palu Minerals (CPM), anak usaha BRMS, dari 500 ton per hari menjadi 2.000 ton per hari ditargetkan pada Oktober 2026, yang mendukung produksi emas sekitar 80.000 ons pada tahun fiskal 2026.

Bumi Resources Minerals Tbk. - TradingView

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arus Lalin Pagi Ini: Kepadatan di Tol Jagorawi hingga Tol Japek
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Hari Jadi Bogor ke-544 Digelar di Kaki Gunung Halimun Salak
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kantor BGN Dikabarkan Digeledah Penyidik Kejaksaan Agung
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Babak Baru Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo dan dr Tifa Segera Dijebloskan ke Penjara?
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Rupiah Otewe ke Rp 18.000, BI Optimalkan Pembatasan Pembelian Dolar AS
• 12 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.