Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya akan menyiapkan software atau aplikasi untuk monitoring sarana dan prasarana, berdasarkan evaluasi banyak kejadian tiang rambu lalu lintas dicuri.
Beta Ramadhani Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surabaya menyebut, akan terus memperketat pengawasan sarpras.
“Jadi untuk CCTV kita harapkan tentunya ada penambahan-penambahan yang bisa memantau semua peralatan-peralatan maupun sarana dan prasarana kita sehingga ketika ada kehilangan atau apapun bisa terekam oleh kamera CCTV,” katanya ditemui suarasurabaya.net di kegiatan sosialisasi parkir digital di Taman Apsari Surabaya, Rabu (3/6/2026).
Selain minta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menambah CCTV pemantauan sarpras, Beta menambahkan, dishub sedang menyiapkan aplikasi monitoring sarpras secara online.
“Kami juga sedang menyusun semacam software atau mungkin aplikasi sehingga titik-titik semua sarana prasarana kita itu bisa termonitor,” ungkapnya.
Tujuannya, dishub bisa langsung mengetahui sarpras yang dicuri sehingga cepat dilakukan penanganan.
“Jadi misalkan ada yang hilang atau mungkin ada yang copot semua bisa dilaporkan secara online. Jadi supaya bisa lebih cepat penanganannya,” bebernya.
Untuk tahun ini, katanya ada 2 lokasi tiang rambu hilang. Pertama di dekat Satpas Colombo tiang rambu larangan parkir. Sudah dilaporkan ke polisi.
Nilai pengadaan satu tiang katanya hingga sekitar Rp2 juta.
“Jika memang ada kerugian yang kita alami dan memang ada orang yang tertangkap perusak, tentunya kita akan kita minta penggantian rugi,” imbuhnya.
Dia menegaskan, penggantian rugi tidak dalam bentuk uang, tapi harus berupa barang yang hilang atau rusak.
Lokasi kedua, di Pegirian. Namun hasil penelusuran pelaku diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sehingga mengambil komponen traffic light untuk dirusak dan dibuang.
Dalam 2 tahun terakhir, berdasarkan data dishub katanya mencapai 5 titik sarpras yang hilang.
“Jadi kita harapkan semuanya warga ayo kita jaga bersama-sama. Kalau misalkan itu nanti rusak kemudian mati TL-nya, yang merasakan rugi juga kita semua warga Surabaya. Bukan hanya dishub yang merasakan itu,” tuturnya.(lta/iss/rid)




