Menhaj Kumpulkan Pimpinan Katering Jelang Kedatangan Jemaah ke Madinah

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

MADINAH, KOMPAS.com- Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf mengumpulkan 23 pimpinan perusahaan katering di Madinah, Rabu (3/6/2026) hari ini, menjelang kedatangan jemaah haji gelombang kedua ke Madinah pada 7 Juni 2026.

Gus Irfan, sapaan akrabnya, menyebutkan bahwa perusahaan katering dikumpulkan sebagai langkah mitigasi dan evaluasi atas pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 sejauh ini.

"Pelayanan pada gelombang pertama secara umum sudah berjalan baik. Namun, untuk gelombang kedua, standar tersebut tidak hanya harus dipertahankan, tetapi harus ditingkatkan," ujar Gus Irfan di Madinah, Rabu.

Baca juga: Danantara Dinilai Perlu Kerja Sama dengan Katering Arab untuk Suplai Makanan Jemaah Haji

Di hadapan para pengusaha katering, Gus Irfan merinci tiga indikator utama yang harus dipenuhi, yakni konsistensi porsi atau gramasi, jaminan ketahanan makanan, dan kepatuhan jadwal distribusi.

Arahan ini disampaikan berkaca dari catatan pada penyelenggaraan fase sebelumnya.

Meski secara umum lancar, masih ditemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki seperti keterlambatan pengiriman, masalah takaran, hingga urusan cita rasa otentik khas Nusantara.

Baca juga: Jemaah Haji Mulai Tiba di Madinah, Masjid Nabawi Siapkan 141 Pintu

Menyikapi tuntutan tersebut, seluruh perwakilan vendor katering menyatakan kesanggupannya.

Mereka sepakat untuk melakukan perbaikan tata kelola agar asupan gizi para tamu Allah dapat terpenuhi secara maksimal dan tepat waktu.

Selain mengawasi kinerja vendor, kelayakan konsumsi juga dipengaruhi oleh kebiasaan jemaah.

Baca juga: Madinah Sambut Gelombang Pertama Jemaah Haji dari Mekkah, Ini Persiapannya

Misalnya, karena jarak pemondokan sangat dekat dengan Masjid Nabawi, jemaah kerap menghabiskan waktu berlama-lama di masjid dan menunda jadwal makan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dampaknya, jatah konsumsi yang sudah didistribusikan ke hotel sering kali dibiarkan hingga melewati batas waktu aman konsumsi.

“Perlu diingat, di setiap wadah makanan sudah tertera batas maksimal makanan tersebut aman untuk dikonsumsi," kata Gus Irfan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Emas Salip Treasury AS Jadi Aset Cadangan Teratas di Dunia
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Kejagung Geledah Kantor BGN, Diduga Terkait Jual Beli Titik SPPG
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Bakal Perkuat Lembaga Audit dan Penegak Hukum demi Kawal MBG
• 11 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Terungkap Alasan Sebenarnya Gen Z Susah Dapat Kerja
• 1 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Polling kumparan: 90,16% Pembaca Nilai Begal Mestinya Ditembak Mati
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.