Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim (SK) terakhir terdeteksi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
"Informasi terakhir yang kami dapatkan, keberadaan SK ada di Jakarta dan sekitarnya," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di halaman depan Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu.
Oleh sebab itu, Budi mengatakan lembaga antirasuah meminta Silmy Karim untuk kooperatif menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
"Kami mengimbau agar yang bersangkutan juga bisa kooperatif sehingga dapat membantu dalam proses penanganan perkara ini," katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Barat. OTT tersebut merupakan yang ke-11 selama 2026.
"Benar, ada OTT di Imigrasi Jakbar," kata Fitroh kepada ANTARA di Jakarta, Rabu pagi.
Dalam operasi yang dilakukan sejak Selasa (2/6) malam, KPK telah mengamankan belasan orang, termasuk Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah.
KPK dalam operasi tersebut, turut menyita barang bukti berupa uang tunai dalam bentuk dolar Amerika Serikat, dolar Singapura serta logam mulia.
Pada kesempatan berbeda, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyatakan kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pengurusan izin tinggal warga negara asing, yakni kartu izin tinggal tetap (KITAP) dan kartu izin tinggal terbatas (KITAS).
Pada Rabu petang, Budi Prasetyo juga menyampaikan KPK masih melakukan pencarian terhadap Silmy Karim terkait rangkaian OTT tersebut.
Baca juga: Menteri Imipas tak ketahui keberadaan Wamen Silmy Karim
Baca juga: KPK sita 33 kendaraan terkait OTT Kepala Imigrasi Jakarta Barat
Baca juga: KPK umumkan pencarian Wakil Menteri Imipas Silmy Karim
"Informasi terakhir yang kami dapatkan, keberadaan SK ada di Jakarta dan sekitarnya," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di halaman depan Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu.
Oleh sebab itu, Budi mengatakan lembaga antirasuah meminta Silmy Karim untuk kooperatif menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
"Kami mengimbau agar yang bersangkutan juga bisa kooperatif sehingga dapat membantu dalam proses penanganan perkara ini," katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Barat. OTT tersebut merupakan yang ke-11 selama 2026.
"Benar, ada OTT di Imigrasi Jakbar," kata Fitroh kepada ANTARA di Jakarta, Rabu pagi.
Dalam operasi yang dilakukan sejak Selasa (2/6) malam, KPK telah mengamankan belasan orang, termasuk Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah.
KPK dalam operasi tersebut, turut menyita barang bukti berupa uang tunai dalam bentuk dolar Amerika Serikat, dolar Singapura serta logam mulia.
Pada kesempatan berbeda, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyatakan kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pengurusan izin tinggal warga negara asing, yakni kartu izin tinggal tetap (KITAP) dan kartu izin tinggal terbatas (KITAS).
Pada Rabu petang, Budi Prasetyo juga menyampaikan KPK masih melakukan pencarian terhadap Silmy Karim terkait rangkaian OTT tersebut.
Baca juga: Menteri Imipas tak ketahui keberadaan Wamen Silmy Karim
Baca juga: KPK sita 33 kendaraan terkait OTT Kepala Imigrasi Jakarta Barat
Baca juga: KPK umumkan pencarian Wakil Menteri Imipas Silmy Karim





