jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bertemu dan berdialog dengan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Istana Presiden Nicolau Lobato, Dili, Rabu (3/6).
Kepada Hasto, Ramos Horta mengaku tak sabar menantikan kehadiran Presiden kelima RI sekaligus Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ke Dili, Timor Leste.
BACA JUGA: Ramos Horta Undang Megawati ke Timor-Leste Terima Medali Tertinggi
"Beliau menitipkan salam hangat kepada Ibu Megawati dan menantikan kedatangan Ibu Megawati di Dili," kata dia, Rabu.
Diketahui, Megawati bakal berkunjung ke Timor Leste pada Juli 2026 untuk memenuhi undangan Ramos Horta.
BACA JUGA: PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Timor Leste
Megawati ke Dili untuk menerima anugerah penghargaan Grand Collar Order of Timor Leste, sebuah komplimen tertinggi dari pemerintah tersebut.
Sementara itu, Hasto di Dili dalam rangka mengoordinasikan kunjungan Megawati nantinya ke negara tersebut.
BACA JUGA: 3 Alasan Said PDIP Sebut Momen Gandengan Megawati-Prabowo Wajar
"Presiden menginstruksikan timnya yang juga ikut dalam pertemuan untuk membantu agar lawatan Ibu Megawati berjalan dengan lancar dan sukses," urai Hasto membeberkan isi pembicaraan lain dengan Ramos Horta.
Hasto dalam pertemuan tersebut menegaskan pentingnya kerja sama antarpartai, khususnya terkait dengan pelembagaan parpol.
Hasto mengatakan Ramos Horta memahami PDIP sering dikaitkan dengan istilah Marhaen yang hampir serupa di Timor Leste disebut Maubere.
Marhaen adalah nama seorang petani kecil di Bandung yang ditemui Soekarno pada tahun 1920-an.
Pertemuan itu menginspirasi Soekarno menciptakan istilah Marhaenisme sebagai simbol perjuangan kaum miskin, kaum tertindas, dan rakyat kecil.
"Presiden Ramos Horta menyampaikan bahwa ada kesamaan antara Marhaen dan Maubere."
"Maubere adalah istilah dalam bahasa Tetum yang merujuk pada rakyat jelata, kaum petani, atau penduduk asli Timor-Leste," sebut Hasto.
Ramos Horta dalam pertemuan juga menekankan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusia.
Kepada Hasto, dia juga menyoal bahwa pendidikan saja tidak memadai tanpa pengalaman dan keahlian, sehingga diperlukan reformasi pendidikan nasional.
"Presiden (Ramos Horta, red) menyampaikan bahwa Timor Leste mempunyai Human Capital Development Fund, suatu mekanisme pemerintah untuk pelatihan dan beasiswa guna membangun keterampilan dan kapasitas profesional bangsa, yang didirikan pada tahun 2011," katanya.
Seusai pertemuan, Hasto menyerahkan cinderamata berupa kain batik ke Presiden Ramos Horta.
Hasto didampingi oleh Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi Andreas H. Pareira, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP, Andi Widjajanto serta Direktur Luar Negeri PDIP, Hanjaya Setiawan. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Ganjar PDIP Heran Ada Partai Persilakan Pemerintah Jadi Inisiator Revisi UU Pemilu
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Aristo Setiawan




