Komisi Yudisial Gelar Seleksi Kesehatan dan Kepribadian bagi 42 Calon Hakim Agung serta Hakim Ad Hoc Mahkamah Agung

pantau.com
15 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Komisi Yudisial (KY) melaksanakan seleksi kesehatan dan kepribadian bagi 36 calon hakim agung, 4 calon hakim ad hoc Hak Asasi Manusia (HAM), dan 2 calon hakim ad hoc tindak pidana korupsi (Tipikor) pada Rabu, 3 Juni 2026, sebagai bagian dari tahapan rekrutmen lanjutan setelah seluruh peserta dinyatakan lolos seleksi sebelumnya.

Seleksi tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan, asesmen kepribadian, dan pemeriksaan rekam jejak untuk memastikan para calon memiliki integritas, kompetensi, serta kualitas moral yang sesuai dengan tuntutan jabatan di Mahkamah Agung.

Pemeriksaan Kesehatan dan Asesmen Kepribadian

Anggota Komisi Yudisial sekaligus Ketua Bidang Rekrutmen Hakim, Andi Muhammad Asrun, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk menilai kondisi jasmani dan rohani seluruh peserta.

Ia mengungkapkan, "Pemeriksaan kesehatan untuk mengukur kondisi kesehatan jasmani (fisik) dan rohani (jiwa) peserta guna memastikan mereka memiliki stamina, kestabilan emosi, serta kelayakan fisik sebagai hakim agung dan hakim ad hoc MA."

Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan peserta memiliki kondisi fisik yang memadai, stamina yang baik, kestabilan emosi, serta kemampuan menjalankan tugas sebagai hakim agung maupun hakim ad hoc Mahkamah Agung.

Seleksi kesehatan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 3 hingga 5 Juni 2026 di RSPAD Gatot Subroto.

Sementara itu, asesmen kepribadian dilaksanakan pada 3 dan 4 Juni 2026 di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta.

Penilaian kepribadian difokuskan pada pengukuran potensi psikologis, integritas, kompetensi, dan kesiapan peserta untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya.

Penelusuran Rekam Jejak dan Partisipasi Masyarakat

Selain pemeriksaan kesehatan dan kepribadian, KY juga melakukan penelusuran rekam jejak terhadap 36 calon hakim agung dan 6 calon hakim ad hoc Mahkamah Agung.

Penelusuran dilakukan melalui masukan masyarakat, hasil penelusuran internal, serta penelaahan harta kekayaan yang dilakukan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Asrun mengatakan, "Klarifikasi rekam jejak ini dilakukan untuk memvalidasi informasi yang masuk ke KY."

Tahapan rekam jejak difokuskan untuk menilai integritas, kapasitas, perilaku, dan karakter para calon.

Komisi Yudisial membuka kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan informasi atau masukan tertulis terkait rekam jejak para calon hingga 5 Agustus 2026.

Masukan yang disampaikan diharapkan berkaitan dengan integritas, kapasitas, perilaku, dan karakter para calon hakim.

Asrun juga mengingatkan peserta agar tidak mempercayai pihak yang mengaku dapat membantu kelulusan dalam proses seleksi.

Ia menegaskan, "KY juga menegaskan bahwa peserta seleksi diminta mengabaikan pihak-pihak yang menjanjikan dapat membantu keberhasilan/kelulusan dalam proses seleksi."

Peserta Berasal dari Beragam Latar Belakang Profesi

Komisioner KY Anita Kadir menyatakan peserta yang lolos seleksi berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari hakim tinggi, pejabat Mahkamah Agung, akademisi, advokat, hingga konsultan pajak.

Pada kamar pidana, sejumlah nama yang lolos antara lain Albertina Ho, Bambang Myanto, Sugiyanto, dan Samsul Arif.

Pada kamar tata usaha negara khusus pajak, peserta yang lolos berasal dari unsur hakim pajak, akademisi, dan konsultan pajak.

Empat calon hakim ad hoc HAM yang lolos seleksi kualitas adalah Edwin Partogi Pasaribu, Hendra, Roki Panjaitan, dan Ventje Bulo.

Sementara itu, dua calon hakim ad hoc Tipikor yang lolos seleksi kualitas adalah Andreas Eno Tirta Kusuma dan Sudiyo.

Tahapan kesehatan, kepribadian, dan rekam jejak menjadi bagian penting dalam proses seleksi untuk memastikan calon hakim yang terpilih memiliki kualitas profesional dan integritas yang dibutuhkan Mahkamah Agung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kampus Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Tahun 2026 Menurut EduRank
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Mencicipi Oleh-Oleh Cokelat Khas di Tanah Suci | KOMPAS SIANG
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Jakarta Fair 2026 Dibuka 11 Juni 2026, Penjualan Tiket Mulai Dijual Hari Ini
• 14 menit laluidxchannel.com
thumb
Menkeu Purbaya Yakin DHE SDA Bisa Jadi “Tameng” Rupiah di Tengah Gejolak Global
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Kejari Bandung SP3 Kasus Dugaan Korupsi Wakil Wali Kota Bandung dan Anggota DPRD, Ini Alasannya
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.