jpnn.com, JAKARTA - Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat perhatian dari para mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, menggantikan Dadan Hindayana.
BACA JUGA: Dadan Hindayana dan 2 Eks Wakil Kepala BGN Jadi Tersangka Kasus Korupsi MBG
Menyikapi hal tersebut, Ketua Yayasan Humairah Sejahtera sekaligus mitra MBG Alwiyah Maulidiyah atau yang sering dikenal Dial Hasan berharap kepemimpinan baru di BGN dapat memperkuat pelaksanaan program sekaligus mendorong Program Makan Bergizi Gratis memiliki payung hukum yang lebih kuat melalui undang-undang.
“Program MBG ini adalah program yang sangat luar biasa dan memang menjadi program impian Bapak Prabowo sejak lama. Karena itu, program ini harus kita kawal bersama agar tetap berjalan sesuai tujuan awalnya,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu (3/6/2026).
BACA JUGA: Kirab Budaya MBF 2019 Ramaikan Kepanjen
Dia menilai kepemimpinan baru di BGN perlu menjadikan berbagai dinamika yang terjadi sebelumnya sebagai bahan evaluasi agar program berjalan lebih baik ke depan, fokus memperbaiki sistem dan memastikan program ini terus memberikan manfaat kepada masyarakat.
“BGN akan semakin kuat apabila dibangun dengan keteduhan, profesionalisme, dan semangat kekeluargaan. Kepemimpinan yang menenangkan akan melahirkan kerja yang berkualitas dan kebersamaan yang berkelanjutan," ucapnya.
BACA JUGA: Makan Bergizi Gratis: Visi Besar Prabowo Subianto Membangun Fondasi Bangsa
Dial Hasan menegaskan, salah satu hal yang perlu diperjuangkan saat ini adalah mendorong Program Makan Bergizi Gratis menjadi undang-undang.
Menurutnya, status hukum yang lebih kuat akan memberikan kepastian bagi seluruh pihak yang terlibat sekaligus menjamin keberlanjutan program.
Lebih lanjut, Dial Hasan menambahkan bahwa dampak Program MBG telah dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Program tersebut tidak hanya membantu pemenuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga serta meningkatkan penyerapan hasil pertanian lokal.
“Kalau program ini menjadi undang-undang, maka perlindungan bagi para pekerja, mitra, dan masyarakat penerima manfaat akan semakin kuat. Itu yang kami harapkan dari pemerintah dan kepemimpinan BGN yang baru,” ujarnya.
Sementara itu, konsultan sekaligus perwakilan Yayasan Surya Telaga Cendekia sebagai mitra MBG Azka Muhammad Pinandito menilai program MBG telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan di sejumlah wilayah.
Salah satu wilayah yang merasakan manfaat tersebut adalah Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
“Angka pengangguran berkurang cukup signifikan setelah adanya dapur MBG. Banyak masyarakat yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pekerjaan kini bisa bekerja di dapur maupun dalam rantai pasok kebutuhan pangan,” imbuhnya.
Dia menjelaskan keberadaan dapur MBG juga memberikan dampak positif bagi petani lokal. Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar membuat hasil produksi masyarakat sekitar lebih mudah terserap.
“Untuk kebutuhan beras saja, satu dapur bisa menyerap sekitar satu ton dalam seminggu. Karena kami memiliki empat dapur, berarti sekitar empat ton beras setiap minggu yang dibeli dari pemasok lokal,” ujarnya.
Azka berharap kepemimpinan baru di BGN dapat fokus memperbaiki tata kelola program dan memastikan keberlangsungan MBG agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.(fri/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pakai Rompi Merah Muda, Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Bungkam Saat Digelandang ke Mobil Tahanan
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




