Komisi Ojol Turun 8%, Ekonom Ingatkan Ini

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pengemudi ojek online (ojol) menunggu orderan penumpang di kawasan Stasiun Palmerah, Jakarta, Senin (4/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana menurunkan komisi aplikator dari yang sebelumnya 20% menjadi 8%. Ekonom Prasasti Policy Center Piter Abdullah menyoroti dampak dari kebijakan ini.

"Nah, ini pasti akan berdampak terhadap industri. Dan industri meresponsnya biasanya itu adalah dengan membebankannya kepada customer, pelanggan, dalam hal ini penumpang," kata Piter dalam peluncuran riset Paramadina Public Policy Institute dan Indef "Masa Depan Ojek Online di Indonesia", di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Dia menjelaskan jika beban ke konsumen artinya akan ada penyesuaian tarif. Padahal mereka sensitif pada harga yang dibayarkan.


Jadi komisi yang dimaksudkan untuk kesejahteraan driver tidak terwujud. Bahkan bisa mengurangi order.

"Artinya kalau ada penurunan komisi yang kemudian bisa berdampak kepada kenaikan tarif, kenaikan tarif bisa menyebabkan penurunan order," jelasnya.

Baca: Bank Tak Salurkan KPR ke Ojol-Pekerja Informal Bisa Kena Sanksi Ini

Selain itu juga ada dampak pada kemampuan industri untuk berinvestasi dan berinovasi yang berkurang. Berikutnya akan mempengaruhi kualitas layanan.

"Yang kita khawatirkan adalah industrinya sendiri yang akan secara kualitas juga akan turun. Padahal ini adalah industri digital yang kita tahu berpacu dengan kecepatan ya," ucap Piter.

Direktur Program Indef Eisha Maghfiruha mengatakan harus melihat dulu detail dari aturan dan kebijakan di aplikator terkait bagi hasil baru ini. Dia juga mencatat akan ada penyesuaian dengan kebijakan tersebut, seperti layanan hingga harga.

Menurutnya pemerintah perlu melihat dampak dari kebijakan yang dibuat. Termasuk pihak yang terlibat di dalamnya, misalnya kemampuan konsumen jika ada kenaikan harga efek dari aturan tersebut.

"Konsumen juga bisa enggak afford nanti kalau harganya naik," kata Eisha.

Baca: Ternyata Bukan Komisi, Ini Alasan Ojol Pilih Aplikasi Grab atau Gojek


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video:Spam & Scam Mengancam Era AI, Gimana Jurus Bangun Trust Digital?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemicu Asma yang Sering Dialami Sehari-hari
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Skuad Timnas Putri Indonesia dan Jadwal Lengkap Garuda Championship Series Juni 2026
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Terpopuler Kemarin: Pesan Khusus Dedi Mulyadi untuk Ibu-ibu Jabar, hingga Media Vietnam Curiga dengan Nova Arianto
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Wall Street Tembus Rekor Baru, Euforia AI Kalahkan Kekhawatiran soal Iran
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ratusan Gram Logam Mulia hingga Mata Uang Asing Disita KPK dalam OTT Ditjen Imigrasi
• 4 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.