Dinasti keluarga Sungkar di panggung motorsport nasional dipastikan akan terus berlanjut ke masa depan. Setelah nama besar mendiang Helmy Sungkar dan sang anak, Rifat Sungkar, kini estafet tersebut resmi diturunkan ke generasi ke-3.
Lewat keterangan resmi yang diterima kumparan, putra dari Rifat Sungkar, El Mayka Sungkar mulai meniti karir pada ajang dunia balap. Dimulai dari program pembinaan jangka panjang bertajuk The Legend Continues.
Langkah awal sang anak diperkenalkan langsung pada ekosistem kompetisi yang kompetitif. Pembinaan ini sengaja dirancang bukan sebagai jalur instan untuk mencetak seorang juara hanya dalam satu malam.
Program tersebut merupakan sebuah peta jalan komprehensif yang berfokus pada pembentukan karakter, penguatan mental, kedisiplinan, serta penanaman nilai-nilai kehidupan yang selama ini menjadi fondasi utama keluarga Sungkar.
Demi memaksimalkan seluruh rangkaian proses latihan fisik dan pemahaman teknis di lapangan, program ini turut menggandeng dukungan teknologi mutakhir berbasis internet. Kini memasuki fase yang jauh lebih matang dengan pemanfaatan teknologi analisis data.
"The Legend Continues bukan program untuk menciptakan tekanan kepada El Mayka agar menjadi seperti saya," tegas Rifat Sungkar di Jakarta.
Rifat bilang bahwa perjalanan panjang ini murni bertujuan memperkenalkan nilai, disiplin, kerja keras, dan rasa hormat terhadap proses kepada sang putra. Ia ingin El Mayka memahami sejak dini bahwa menjadi seorang pembalap bukan hanya soal kecepatan di lintasan, melainkan tentang tanggung jawab.
Secara teknis, peta jalan pembinaan jangka panjang ini dibagi ke dalam lima fase krusial yang akan dijalani oleh El Mayka dari rentang usia 11 hingga 17 tahun. Pada fase pertama yang dinamakan Foundation (2025–2026), fokus pembelajaran menjadi seorang navigator, membaca pace note, serta membangun komunikasi intens di bawah tekanan.
Memasuki tahun 2027, program akan bergeser ke fase Transition di mana El Mayka mulai diarahkan untuk mengikuti kompetisi junior di kelas pemula. Pada tahap ini, fokus utama tim pelatih bukanlah mengejar kemenangan di podium, melainkan membangun konsistensi berkendara dan adaptasi mandiri di dalam kabin.
Selanjutnya, kemampuan teknik dan strategi tanding El Mayka akan diuji di level nasional junior lewat fase Development pada rentang periode 2028-2029. Fase ini juga diproyeksikan menjadi momen penting bagi dirinya untuk mulai membangun identitas personalnya sendiri sebagai pembalap muda.
"Saya ingin dia tumbuh dengan caranya sendiri, menemukan passion-nya sendiri, dan suatu hari nanti berdiri di lintasan sebagai dirinya sendiri, bukan sekadar anak dari seorang Rifat Sungkar," kata Rifat.
Sebelum benar-benar dilepas ke kelas profesional, El Mayka wajib melewati fase Preparation pada tahun 2030 untuk memperkuat jiwa kepemimpinan serta relasi industri otomotif.
Puncaknya, pada tahun 2031 melalui fase Continuation, dirinya diproyeksikan telah siap sepenuhnya bersaing di level internasional sebagai seorang independent racer.





