Di Balik Pembunuhan WN Korsel di Bekasi: Dendam, Utang, dan Imbalan Rp 139 Juta

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Terungkapnya kasus pembunuhan warga negara (WN) Korea Selatan berinisial BCS (66) membuka rangkaian fakta.

Tidak hanya berkaitan dengan dendam dan konflik keluarga, tetapi juga persoalan ekonomi yang menjerat HW (43) sebagai eksekutor.

Polisi mengungkap, HW menerima bayaran Rp 139 juta dari SJ mantan istri korban untuk menjadi pembunuh bayaran dan menghabisi nyawa korban.

Uang itu rencananya akan digunakan untuk membayar utang dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca juga: Eksekutor Pembunuh WN Korea Selatan di Bekasi Mantan Pengusaha yang Terlilit Utang

"Tersangka rencananya menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari sama bayar utang," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Jerico Lavian Chandra saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).

Dari Pengusaha Menjadi Terlilit Kesulitan Ekonomi

Menurut hasil penyidikan, dulunya HW memiliki latar belakang ekonomi yang mapan.

Polisi menyebut ia pernah memiliki usaha sendiri dan berasal dari keluarga yang cukup berada.

"Yang bersangkutan itu dulu punya bisnis, termasuk orang berada. (Pengusaha) kontraktor dan ada toko bangunan milik orang tuanya," kata Jerico.

Baca juga: Pembunuhan WN Korea Selatan di Bekasi Direncanakan Mantan Istri sejak Desember 2025

Namun, kondisi keuangan HW belakangan mengalami kemunduran.

Usaha yang dijalankannya tidak lagi berjalan baik hingga membuatnya berada dalam tekanan ekonomi.

Situasi tersebut diduga menjadi salah satu alasan yang membuat HW menerima tawaran pembunuhan dari SJ.

"Hanya kondisi sekarang sedang tidak baik-baik saja. Makanya nekat," ujar Jerico.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan WN Korea Selatan di Bekasi, Korban Ditusuk lalu Dipukul Barbel

Berawal dari Dendam Mantan Istri Korban

Di sisi lain, polisi mengungkap bahwa pembunuhan terhadap BCS tidak dilakukan secara spontan.

Aksi itu merupakan hasil perencanaan yang disusun sejak beberapa bulan sebelumnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni mengatakan, SJ diduga menjadi otak pembunuhan karena menyimpan dendam terhadap mantan suaminya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa Makassar 4 Juni 2026
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemkot Makassar Ingin Buka 210 Formasi CPNS, Guru PAUD Bakal Diutamakan
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Industri Penerbangan Masuk Fase Stagnasi sejak Pandemi Covid-19
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Jalan Urip Sumoharjo Ditutup 4 Juni, Ini Jalur Alternatifnya
• 16 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Harga Minyak Melambung, Brent Kini USD97,80/Barel
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.