Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim menyerahkan diri ke KPK setelah sejumlah pejabat imigrasi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim lembaga antirasuah.
Kasus ini terkait dugaan korupsi pengurusan Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk tinggal di Indonesia. OTT pertama kali dilakukan pada Selasa (2/6/2026) malam di kantor Imigrasi Jakarta Barat.
Pada Rabu (3/6/2026) malam, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan sebanyak 17 orang diamankan diantaranya 8 PNS dan 9 pihak swasta. Terkhusus Simly, dirinya sempat dicari oleh KPK hingga akhirnya menyerahkan diri pada Rabu malam.
"Adapun saat ini tim juga masih terus melakukan pencarian terhadap saudara SK, yang merupakan Dirjen Imigrasi periode 2023-2024. Untuk itu, pada kesempatan ini KPK juga mengimbau kepada pihak-pihak terkait agar bisa kooperatif sehingga bisa membantu dalam proses penanganan perkara ini," kata Budi, sebelum Simly datang ke KPK.
Dalam kasus ini, KPK telah menyita sejumlah kendaraan roda tiga dan roda empat dari para pihak yang telah diamankan, yakni 7 mobil, 15 motor, dan 11 sepeda.
"Selain itu juga tim mengamankan logam mulia dalam bentuk emas ada sekitar ratusan gram," ucap Budi.
Baca Juga
- Wamen Imipas Silmy Karim: Riza Chalid Masih Berada di Malaysia
- Silmy Karim Umumkan Hasil Panitia Seleksi Dirjen Imigrasi
- Silmy Karim Ungkap Transformasi Ditjen Imigrasi Selama 18 Bulan
Dilansir dari akun LinkedIn Simly, dia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti pada tahun 1997.
Pada 2005-2007, Simly berhasil meraih S2 di bidang ekonomi di Universitas Indonesia. Tiga tahun kemudian, dia mengikuti program kepemimpinan di Georgetown University.
Selanjutnya pada 2012, dia mengikuti program Executive Education bidang National and International Security di Harvard Kennedy School, Harvard University, serta NATO Staff Officer Orientation Course di NATO School Oberammergau, Jerman.
Pada tahun yang sama, dia juga menyelesaikan Executive Program in Advanced Security Studies (PASS) di George C. Marshall European Center for Security Studies. Kemudian pada 2014, dia mengikuti Senior International Defense Management Course (SIDMC) di Naval Postgraduate School.
Jejak karir Simly cukup menoreh, diantaranya pada tahun 2008-2009 tergabung dalam tim nasional pengalihan aktivitas bisnis TNI. Pada tahun 2010-2011, menjabat sebagai Special Advisor BKPM.
Staf khusus presiden periode 2011-2013. Kemudian, dirinya pernah bergabung dengan Kementerian Pertahanan selama 4 tahun sejak 2009-2014 sebagai tim pengendal aktivitas bisnis TNI dan tim manajemen pertahanan Kementerian Pertahanan RI.
Tak hanya itu, dia pernah menjadi Anggota Dewan Analis Strategis Badan Intelijen Negara (BIN) tahun 2013-2015. Lalu, tahun 2014-2016 dia pernah menjabat sebagai CEO PT Pindad, 2018-2021 sebagai Presiden Komisaris PT Krakatau Nippon Steel Sinergi dan pada 2018-2023 menjadi CEO PT Krakatau Steel. Tercatat sejak tahun 2023 hingga saat ini, dia menjabat sebagai Komisioner Telkom Indonesia.





